16 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Perkuat Sektor Maritim, Nelayan Bontang Dibekali Asuransi


Perkuat Sektor Maritim, Nelayan Bontang Dibekali Asuransi
Ilustrasi nelayan.

KLIKBONTANG.COM- Profesi nelayan tampaknya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Terbukti dengan adanya program asuransi nelayan yang disalurkan melalui Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian (DPKP) masing-masing daerah. Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) adalah salah satu kota penerima program.

Idhamsyah, Kepala Seksi (Kasi) Perikanan Tangkap dan Budidaya, DPKP Bontang menjelaskan, kartu nelayan merupakan implementasi dari nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Yang mengacu pada Undang-Undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 45 tahun 2009.

Regulasi turunan mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 18/PERMEN-KP/2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Risiko Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Peternak Garam.
Dari program tersebut, risiko yang dapat merugikan nelayan dapat dialihkan pada pihak lain melalui mekanisme pertanggungjawaban asuransi.

“Dasar-dasar inilah yang digunakan untuk menjalankan program asuransi ini. Dan bisa berjalan sampai sekarang,” jelas Idham-sapaannya- kepada KLIKBONTANG.COM.

Program asuransi yang telah berjalan sejak 2016 ini, akan mulai memberikan manfaat kepada 1.141 nelayan Bontang dalam waktu dekat, yang merupakan penyerahan tahap kedua di tingkat nasional.
Yang akan mendapat kartu nelayan pun harus memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya memiliki kartu nelayan, bekerja pada kapal penangkap ikan berukuran paling besar 10 Gross Tonage (GT), berusia maksimal 65 tahun.

KLIK JUGA: Meninggal saat Kerja, Peserta Asuransi Nelayan Terima Rp 200 Juta

Ketentuan lain tidak menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang dan patuh terhadap ketentuan yang tercantum dalam polis asuransi. Dalam kartu tersebut, kata dia, akan dijamin sejumlah risiko. Misalnya kematian akibat kecelakaan, cacat tetap akibat kecelakaan, biaya pengobatan akibatan kecelakaan hingga kematian alami.

 

“Ketika teman-teman nelayan bisa memenuhi kriteria ini, maka bisa masuk menjadi peserta dan menikmati keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh,” tukasnya. (*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0