16 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kawasan Industri Bontang Butuh Tangan Investor


Kawasan Industri Bontang Butuh Tangan Investor
Master plan kawasan industri di Kelurahan Bontang Lestari (BAPPEDA BONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Selain Badak LNG dan Pupuk Kaltim, kawasan industri Kota Bontang juga terletak di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur. Saat ini, lahan seluas 484,70 hektare itu belum berdiri industri apapun.

Abdul Rifai, Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Bontang menjelaskan, berbeda dengan kawasan industri yang ditempati Badak LNG dan PT Pupuk Kaltim. Kawasan industri Bontang Lestari, diperuntukan berbagai jenis industri.

“Jadi di Bontang Lestari ini bebas. Kecuali industri berbais kimia, atau gas. Itu tidak bisa gabung di lokasi ini,” jelas dia kepada KLIKBONTANG.COM belum lama ini.

Beberapa jenis investasi sejatinya sempat menunjukan ketertarikan pada kawasan industri Bontang Lestari. Seperti, pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 100 Wega Watt (MW). Namun hingga saat ini belum ada kabar lanjutan.

Investasi lain yang sempat menunjukan minat, adalah industri pabrik rumput laut. Pabrik ini akan digunakan untuk mengolah hasil laut warga Bontang. Untuk bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual tinggi. Namun belum juga bisa terealisasi lantaran terbentur pasokan bahan baku.

“Kita menunggu investor masuk dan berinvestasi di kota kita. Ini kan sudah diatur dalam RTRW. Dan tentu saja, kita tidak ada mempersulit investor. Karena ini semua demi pembangunan,” ujarnya.

KLIK JUGA: Ini Master Plan Bontang Lestari Bakal Dijadikan Pusat Kawasan Industri

Bukan hanya investor luar daerah. Dia juga mengundang investor lokal untuk ikut berkompetisi membangun di daerah. Apalagi, potensi kekayaan alam di Bontang, terutama maritim sangat besar.

“Kita mengundang pahlawan-pahlawan investasi lokal untuk berinvestasi di daerah. Kita sudah ada siapkan tempat. Mari kita bersama membangun untuk Bontang,” ajaknya. (*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0