20 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Partai Golkar dan PPP Bontang Terancam Tak Ikut Pilkada Serentak


Partai Golkar dan PPP Bontang Terancam Tak Ikut Pilkada Serentak


KLIKBONTANG - Partai Golkar dan Partai Persatuan  Pembangunan Kota Bontang, terancam tak bisa ikut dalam Pilkada serentak, yang akan digelar 5 Desember 2015. Pasalnya berdasarkan penyampaian Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie, bahwa partai politik yang sedang mengalami dualisme kepemimpinan ditingkat Nasional seperti yang terjadi di PPP dan Golkar bisa terancam tak bisa ikut pilkada serentak," Parpol yang berkonflik terancam tidak bisa mengikuti Pilkada serentak," ujar jimly seperti dirilis di Merdeka.com


Ia  juga menjelaskan persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 kepada Presiden Joko Widodo.

"Kita sampaikan laporan lengkap termasuk juga keinginan kami untuk bangun tradisi memberi penghargaan kepada penyelenggara pemilu yang terbukti bekerja dengan baik," kata Jimly kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Perihal persiapan pilkada serentak, kata Jimly, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, yang menjadi persoalan adalah partai-partai politik yang saat ini tengah mengalami dualisme kepemimpinan seperti PPP dan Partai Golkar.

"Jadi, masalah penting adalah yang terkait dengan konflik partai politik," jelas Jimly.

Salah satu opsinya, lanjut Jimly, KPU perlu meningkatkan standar integritas. Bukan hanya terkait integritas penyelenggara pemilu, tapi juga integritas peserta pemilu, dan integritas parpol pengusung pasangan calon.

Karenanya, dalam diskusi dengan Presiden Jokowi tadi, Jimly menyarankan agar PPP dan Partai Golkar segera islah. Jika tidak, maka harus menunggu keputusan pengadilan dan memakan waktu yang cukup panjang. Sehingga, bisa dimungkinkan terancam tak bisa ikut pilkada serentak.

"Kita harap pengadilan segera ambil keputusan sebelum penetapan pasangan calon, itu jadwal dan tahapannya sudah ada, mudah-mudahan pengadilan bisa segera ambil keputusan. Seandainya tidak, ada kemungkinan partai yang konflik itu sama-sama tidak bisa memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan calon," tandasnya.
(jm77/merdeka)    

Reporter : M Andrian    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0