10 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jualan di Pasar Sementara, Pedagang Rawa Indah Mengalami Kerugian


Jualan di Pasar Sementara, Pedagang Rawa Indah Mengalami Kerugian
Para pedagang berharap pasar Rawa Indah segera rampung. (Foto: ist)

KLIKBONTANG –  Pasar sementara Rawa Indah, kembali dikeluhkan pedagang. Mereka menilai lahan pasar yang ada dibilangan jalan KS Tubun, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang Kalimantan Timur, sangat jauh dari kata repsentatif khususnya bagi pegadang yang memiliki stan di tengah pasar.

Amiruddin misalnya, salah satu pedagang emas yang mendapat petak di tengah pasar kehilangan pelanggan. Selama hampir setahun berjualan, penghasilannya menurun drastis di banding saat berjualan di pasar Rawa Indah, sebelum kebakaran. Sehari ia kadang tidak mendapatkan pembeli. "Jangankan dalam sehari, dalam seminggu cuma 1 orang aja yang belanja. Pembeli malas masuk ke sini karena pasarnya bau, jauh dan tidak ada tempat parkirnya," ungkap Amir sambil menunjuk deretan toko yang kosong.

Amir berharap Pemerintah memperhatikan nasib pedagang dengan mempercepat pembangunan pasar Rawa Indah yang dibangun dengan konsep semi modern.

"Kalau bisa dalam tahun ini sudah bisa pindah, kalau disini terus kami bisa bangkrut," beber Amir.

Senada, Qodri, pedagang Sembako yang menempati petak bagian tengah berharap bagunan pasar Rawa Indah yang baru segera difungsikan. Pasalnya, sejak direlokasi ke pasar sementara omset dagangannya menurun drastis. Ia mencontohkan, jika sebelumnya bisa menjual mampu menjual 200 Kg bawang per hari, kini terjual  “Sebelumnya saya bisa menjual bawang minimal 200 kg perhari tapi sekarang  40-50 kg perharinya,” keluhnya.

Kondisi ini diperparah dengan melambungnya harga komoditi. Harga bawang yang sebelumnya dibanrol Rp 25 ribu perkilo,  kini tembus hingga Rp 32 ribu per kilo. Lonjakan harga. “Kalau gak kayak gitu, kami untung apa. Apalagi barangnya kan kami ambil sendiri di Samarinda,” pungkasnya. (jm1)

Reporter : Andi Zachril    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0