24 Juli 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pengakuan PSK Prakla; Dijual Kakak Sepupu, Berharap Dipinang Pria Baik-Baik


Pengakuan PSK Prakla; Dijual Kakak Sepupu, Berharap Dipinang Pria Baik-Baik
ilustrasi

KLIKBONTANG – Tubuhnya mungil. Bibirnya dibiarkan basah dengan warna lipstik yang ia kenakan malam itu seakan menjadi pemanis bagi perempuan yang biasa menghabiskan malamnya di salah satu wisma yang ada di Prakla, Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang Kalimantan Timur.


Mawar. Sebut saja namanya begitu. Perempuan yang lahir di Malang 10 Mei 22 tahun silam itu tak pernah sedikit pun terpikir untuk menjadi ‘kupu-kupu’ malam. Cita-cita mulia menjadi seorang guru sebenarnya pernah dia tanamkan. Sebuah cita-cita mulia yang kini pudar ditelan malam.

Jurang kelam kehidupan malam-lah yang justru kini dia dapat. Sebuah pekerjaan yang tidak pernah terlintas dipikirannya malah membuatnya kini terjebak dalam situasi yang mengiris hati.
Bontang, kota kecil yang belum pernah ada dibenaknya kini menjadi tumpuan hidupnya. Atau bisa jadi menjadi kota yang penuh dengan catatan kelam dirinya.

Ya, di kota yang memiliki jargon Kota Taman inilah, perempuan mungil  justru menjadi pemanis bagi para pria hidung belang di sebuah wisma di lokasi tempat hiburan malam (THM) Prakla.

Kepada klikbontang, Mawar mengaku, awalnya dia ke Bontang diajak kakak sepupunya. Tapi tidak untuk menjadi pramuria. “Saya dijanjikan kerja di Bontang itu kerja yang baik-baik. Katanya kerja di restoran. Makanya saya tertarik untuk ke Bontang,” ungkapnya.

Tapi siapa sangka. Sang kakak yang harusnya menjadi benteng yang bisa melindunginya justru mendorongnya ke dunia yang buram. Tepat dua tahun silam, perempuan yang memiliki rambut panjang itu harus merelakan mahkotanya dirampas pria hidung belang tatkala dirinya menjadi ladies (sebutan perempuan yang menemani tamu di wisma).

Saat itu, Mawar mengaku sedang mabuk. Tegukan demi tegukan minuman keras yang diberikan tamunya membuat dia tak sadarkan diri.

“Kalau ingat ini lagi saya jadi sedih. Perawan saya hilang begitu saja kala itu. Saya tidak tahu pasti berapa harga perawan saya. Yang jelas saya hanya terima duit sekitar Rp 500 ribu,” kisahnya.



Reporter : Andi Zachril    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0