23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Hari Libur, Etha Tetap Turun ke Tengah Masyarakat


Hari Libur, Etha Tetap Turun ke Tengah Masyarakat
Etha saat bertemu dengan warga

KLIKBONTANG - Urusan melayani warga, wakil rakyat yang satu ini tak pernah kenal kata libur. Sabtu (11/4/2015) siang tadi, Wakil Ketua DPRD Etha Rimba Paembonan mengunjungi warga di RT 24 dan RT 23 Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan. Meski duduk di parlemen mewakili daerah pemilihan (dapil) Bontang Barat, namun melayani tak harus selalu di dalam dapil.

Etha menuturkan, dia datang ke kawasan langganan banjir itu karena ingin melihat apa sebenarnya yang membuat banjir selalu datang di kelurahan tersebut. Dari pengamatan bersama warga dia melihat bahwa gorong-gorong yang berada di kawasan itu sangat sempit. Lalu, parit yang ada memang cukup besar, tetapi kalau hujan datang dengan frekuensi tinggi, limpahannya tak akan terbendung oleh alur parit.

“Kasian warga. Mereka mengeluh soal banjir yang hampir pasti datang setiap hujan datang,” kata politisi Gerindra itu.

Di Satimpo, Etha tak hanya datang dan sekadar mendengar keluhan warga.  Dia melipat lengan baju kaos polos yang digunakannya, lalu turun bersama warga memperbaiki saluran air. Gorong-gorong yang semula berukuran tak sampai dua meter dibuat lebih lega. Lalu, Etha juga ikut membantu menggali parit yang mulai terlihat dangkal. Pendangkalan parit itu adalah biang penyebab banjir di kawasan tersebut.

Tak cukup hanya dengan melebarkan gorong dan menggali parit yang dangkal, Etha juga berada di lokasi ketika warga bergotong-royong membuat penutup parit dan membuat sodetan parit kecil yang tertutup timbunan tanah warga.

“Ada beberapa parit yang buntu. Jadi, limpahan air hujan tak sampai ke hulu. Karena buntu, air hujan dari parit lantas naik ke atas dan menggenangi kawasan warga. Semoga kerja kecil ini bermanfaat besar,” ungkapnya.

Etha menuturkan, penutup parit dibuat untuk dua fungsi. Pertama, untuk mempercantik kawasan tersebut. Namun, bukan itu fungsi utamanya. Penutup parit dimaksudkan untuk menghindari warga membuang sampah langsung ke parit. Di sekitar parit itu terlihat timbunan sampah plastik yang menutupi alur parit.

“Warga tetap harus ditanamkan semangat menjaga kebersihan. Ketika bertemu dengan pemuka masyarakat termasuk dua ketua RT itu saya sampaikan supaya ada papan pengumuman agar warga tak membuang sampah langsung ke dalam parit. Akibatnya memang tak langsung terasa. Sekarang, saya pikir dampak karena membuang sampah di parit mulai terlihat,” kata Etha. (jm10/adv/ser)

Reporter : M. Andrian    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0