29 Maret 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Harga Melejit, 500 Kilogram Cabai Diimpor dari Semarang


Harga Melejit, 500 Kilogram Cabai Diimpor dari Semarang
Ilustrasi

KLIKBONTANG.COM- Sejak akhir 2016 hingga memasuki awal tahun ini harga komoditas cabai di beberapa pasar di Kaltim terjadi lonjakan harga yang sangat tinggi bahkan sampai menembus kisaran Rp200 ribu per kilogram.

Karena itu, Perum Bulog bersama Kementerian Pertanian berupaya meminimalisir lonjakan harga dengan menggelar operasi pasar agar harga cabai kembali stabil.

“Instruksi Perum Bulog, daerah harus melakukan operasi pasar untuk cabai yang terjadi lonjakan harga,” kata Kepala Divisi Regional Perum Bulog Kaltim-Kaltara Yayan Suparyan pada Operasi Pasar di Pasar Segiri Samarinda, Selasa, 10 Januari 2017

Menurut dia, operasi pasar adalah upaya untuk menstabilkan harga cabai yang selama beberapa waktu ini terjadi lonjakan cukup tinggi, walaupun beberapa hari terakhir harga cabai terus menurun.

Operasi pasar ini secara khusus Perum Bulog mendatangkan cabai sebanyak 500 kilogram (0,5 ton) dari Semarang dan dijual dengan harga Rp 27.500 per setengah kilogram atau Rp 55.000 per kilogram.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan, Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim H Ibrahim menyebutkan harga cabai di pasaran saat ini sudah mulai stabil. “Iya memang beberapa waktu lalu harga sangat tinggi dari 120.000 hingga Rp 200.000 . Tapi sekarang harga sudah mulai stabil di kisaran Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per kilogram,” sebut Ibrahim.

Lonjakan harga cabai dijelaskan Ibrahin karena kiriman dari Sulawesi sedikit menurun karena gagal panen dan terkendala arus transportasi  akibat  cuaca buruk di jalur laut. Selain itu, cabai produksi petani Samarinda dan sekitarnya banyak dikirim ke Kalimantan Selatan karena harga lebih tinggi, sehingga harga di pasaran lokal melonjak.

Ibrahim menambahkan periode Januari ini harga komoditas cabai diperkirakan kembali stabil pada Rp 40.000 - Rp 50.000 perkilogram karena tanaman cabai lokal sudah mulai panen.(*)

Reporter : Humas Pemprov Kaltim    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0