22 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mengenal Karakter Melalui Filosofi Kopi


Mengenal Karakter Melalui Filosofi Kopi
Filosofi Kopi

Kopi ternyata dapat menakar karakter seseorang. Hal tersebut dinilai dari jenis yang diminumnya, seperti halnya kopi tubruk alias kopi hitam. Penikmat kopi tubruk dinilai sebagai karakter yang cuek, dan tidak terlalu memperhatikan penampilan. Namun, diluar hal tersebut seorang penikmat kopi tubruk dikatakan sebagai pribadi yang halus dan lebih sensitif, serta terkesan lebih perhatian.

Berbeda dengan penikmat Cappuccinno yang dinilai sebagai karakter yang manis dan lebih memperhatikan penampilan yang memikat, sehingga dapat menjadi sumber perhatian bagi siapapun yang berada disekitarnya.

Menakar karakter melalui jenis kopi yang dinikmati menjadi daya pikat tersendiri. Dimana sebagai minuman yang mengakar di masyarakat, kopi tak hanya sebagai pilihan, namun juga dikatakan dapat mewakili watak masing-masing penikmat sesuai jenisnya.

Apresiasi terhadap kopi  akhirnya dituangkan oleh Dee Lestari dengan menulis cerita fiksi yang berjudul Filosofi Kopi, dan mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Sehingga akhirnya tulisan Dee diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama, Filosofi Kopi.

Film yang mulai tayang perdana pada 7 April 2015 lalu ini menceritakan seorang pemuda yang sangat memahami jenis kopi, karena tumbuh dan berkembang di perkebunan kopi milik keluarganya. Seiring perjalanan waktu, sang pemuda memulai usaha kedai kopi bersama seorang rekannya yang diberi nama kedai Filosofi Kopi.

Disinilah alur cerita dimulai, berbagai intrik dan permasalahan muncul mulai dari kehidupan sehari-hari hingga percintaan. Selain itu, yang menarik dalam film Filosofi Kopi juga menghadirkan bagaimana perjuangan seorang yang memiliki hobi terhadap kopi, dan memaknai kopi dari berbagai sudut pandang kehidupan. (JM12/berbagai sumber)

 

Reporter : M. Andrian    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0