25 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Fardi Bunuh Anaknya, Diayun Lalu Dihempas ke Bak Truk, Jasad Tak Dimandikan Langsung Dikubur


Fardi Bunuh Anaknya, Diayun Lalu Dihempas ke Bak Truk, Jasad Tak Dimandikan Langsung Dikubur
Petugas mengevakuasi jasad Navita (3) yang dikuburkan tidak layak di Desa Prangat, Kabupaten Kutai Kartanegara.

KLIKBONTANG.COM – Malang benar nasib balita, Navita (3). Balita malang ini merenggang nyawa di tangan ayah tirinya, Fardi (20). Pemuda tanggung yang sehari-hari bekerja sebagai supir truk memuaat pupuk ini, tega menghabisi nyawa anak tirinya dengan sadis.

Fardi nekat menganiaya sang anak akibat cemburu dengan istrinya, Nita. Balita malang ini dianiaya dengan memukul tengkuk lehernya sebanyak tiga kali, lalu dilemparkan ke bak truk hingga tewas. Penganiyaan sadis  sang ayah ini dilakukan dihadapan istrinya di jalan poros Balikpapan-Samarinda, Minggu (30/4).

Kapolres Bontang, melalui Kabag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono menerangkan kronologi kejadian aksi bejat pelaku. Pelaku bersama istri dan Navita hendak mengantar pupuk menuju, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (30/4).

Usai mengantar barang, diperjalanan kembali ke Bontang, sang anak Navita buang air hingga mengenai ayah tirinya. Nita segera meminta berhenti untuk membersihkan kotoran anaknya. Saat tengah menyeka tubuh sang anak, tiba-tiba Fardi gelap mata. Ia langsung memukul tengkuk leher sang anak sebanyak 3 kali.

Melihat sang anak terus menangis kesakitan, sang ibu berusaha menghentikan aksi Fardi. Pelaku tak menggubris permitaan istrinya, bahkan terus memukuli dan menendang Navita. Puncaknya, sang balita dihempaskan ke dalam bak truk, hingga membuat sang anak kritis tak sadarkan diri.

“Jadi anaknya diayun-ayun seperti karung lalu dilemparkan ke dalam truk sampai kritis, baru Fardi berhenti menganiaya,” kata Iptu Suyono.

Ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bontang, sang anak yang sudah kritis tak mampu bertahan, lalu meninggal dunia. Menyadari nyawa anak tirinya telah tiada, Fardi mengancam sang istri untuk tak bicara, bahkan dia merancang scenario bahwa sang anak meninggal akibat tertabrak motor.

Setibanya di Samarinda, Fardi membeli kain kafan dan cangkul untuk mengubur sang anak. Keeskoan harinya, Di daerah sekitar Desa Prangat, tidak jauh dari Gunung Menangis, Fardi menguburkan jasad anak nya di semak-semak untuk menyembunyikan aksi bejatnya.

“Jaraknya 10 kilo dari Gunung Menangis lokasi penguburan jasad anak tirinya itu, mayitnya tidak dishalatkan apalagi dicuci, hanya diselimuti kain kafan terus dikubur seperti binatang,” ujar Suyono kepada Wartawan.

Aksi bejat pelaku diketahui sang ketua RT 17, Kelurahan Tanjung Laut, melaporkan kecurigaan kepada polisi. Polisi yang mendapat informasi ini segera memanggil pelaku untuk dimintai keterangan. Dari keterangan pelaku, dia mengaku sudah membunuh anak tirinya akibat kesal dengan sikap sang istri yang kerap melawan.

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, Fardi diancam hukuman penjara di atas 20 tahun dengan pasal berlapis, penganiayaan serta pembunuhan. (*)

Reporter : Ananda    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0