22 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

4.400 Warga Bontang Gangguan Jiwa, 6 Penderita Terpaksa Dipasung


4.400 Warga Bontang Gangguan Jiwa, 6 Penderita Terpaksa Dipasung
Walikota Bontang, Neni Moerniani bersama Wakil Walikota Bontang, Basri Rase, beserta Dinas Kesehatan serta unsur FKPD Bontang, menyalakan sirene peresmian Klinik Sehat, di Puskesmas Bontang Barat ( Foto : ADI Humas Pemkot)

KLIKBONTANG.COM-   Jumlah penderita gangguan jiwa di Bontang tergolong tinggi. Dinas Kesehatan merekam sebanyak 174 pasien penderita gangguan jiwa tahun lalu. Sedangkan data secara keseluruhan secara akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya mencapai 4.400 pasien.

Untuk jumlah penderita gangguan jiwa 2016, lebih tinggi dua kali lipat dari standar Kementerian Sosial (Kemensos). Batasan jumlah penyakit gangguan jiwa dari Kemensos,  0,09 persen dari total penduduk dewasa daerah setempat.

Sedangkan, jumlah kasus di Bontang dua kali lebih banyak sebesar mencapai 0,18 persen dari total penduduk dewasa di Bontang sekitar 100 ribuan jiwa.

“Makanya klinik Sehat Jiwa dan Anti Napza (Sejati) ini sangat dibutuhkan di Bontang, mengingat jumlah penderita gangguan jiwa cukup tinggi,” kata Kadis Dinkes, dr Indiranti As’Ad saat melantik tim perawat Sejati, di Puskesmas Bontang Barat, Kelurahan Kanaan, Rabu (3/5).

Indri menjelaskan, gangguan jiwa adalah gangguan pikiran, perasaan atau tingkah laku sehingga menimbulkan penderitaan dan terganggunya fungsi sehari-hari. Sedangkan sakit jiwa merupakan gangguan jiwa berat yang memerlukan pengobatan dan perawatn khusus.

Jenis gangguan jiwa, seperti  depresi, gangguan perilaku masa anak dan remaja, gangguan mental organik, gangguan kepribadian masuk dalam kategeori gangguan jiwa.

“Bukan orang gila, depresi dan kecemasan pun masuk dalam tahapan gangguan jiwa, bipolar, . Jadi bukan saja yang orang gila,” kata Indri.

Menurutnya,  penyebab kasus gangguan jiwa terbesar akibat penyalahgunaan narkoba. Jumlah penggunaan narkotika, berdampak lurus dengan angka penderita gangguan jiwa. Hal ini yang mendorong pihak nya untuk membentuk klinik sejati, yang khusus mengurusi penderita gangguan jiwa tahap awal.

Lebih lanjut, pasien gangguan jiwa membutuhkan pelayanan medis khusus untuk meredam gejolak  tekanan pikiran mereka. Di Klinik Sejati ini, telah disiapkan tenaga medis, berganggotakan 27 petugas. Mereka, terdiri dokter umum, perawat dan bidan. Nantinya mereka memberikan, layanan konsultasi pasien, kemudian jika diperlukan mereka yang mengarahkan ke pelayanan medis lanjutan.

Dia menambahkan, selama penanganan medis bagi penderita gangguan jiwa dilakukan secara terbatas. Bahkan, sebanyak 6 penderita gangguan jiwa berat, harus dipasung pihak keluarga. Pemasungan yang dilakukan, untuk mengantisipasi pasien bergerak bebas.

“Ada 6 yang dipasung, tapi bukan di pasung diikat, tapi diisolasikan atau dikurung di dalam rumah, namun mereka sudah dibina oleh Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinkes Bontang,” pungkasnya.

 

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0