18 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

DPRD Minta Kaji Ulang Tarif Air, Bilher dan Setioko Panggil PDAM


DPRD Minta Kaji Ulang Tarif Air, Bilher dan Setioko Panggil PDAM
Dokumen Klik Bontang

KLIKBONTANG.COM- DPRD Bontang menyesalkan kenaikan tarif air dasar Bontang. Dua anggota Komisi I DPRD Bontang meminta PDAM Bontang mengkaji ulang kebijakan tersebut. DPRD Bontang berencana memanggil PDAM untuk menanyakan alasan kenaikan tarif dasar air pekan depan.

Politisi Partai Amanah Nasional (PAN), Setioko Waluyo mengatakan, keputusan menaikan tarif dasar air saat ini bukan pilihan tepat. Pasalnya, kondisi perekenomian daerah tengah lesu, imbasnya sangat terasa bagi warga Bontang.

“Saya tidak sepakat dengan kenaikan tariff ini, minggu depan akan kami panggil PDAM untuk memberikan penjelasan soal ini. Kalau bisa tunda lebih dulu,” ujarnya.

Menurutnya, penetapan tarif harus lebih dulu mempertimbangkan aspek sosial, daya beli serta kepuasan pelanggan atas pelayanan PDAM Bontang. Sejatinya, penyesuaian tarif dilakukan saat ekonomi daerah sedang dalam kondisi stabil. Sehingga kenaikan harga air, tidak dikeluhkan masyarakat Bontang.

“Kalau melihat sekarang, ekonomi lagi lesu, tarif dasar air jangan dinaikkan dulu. Nanti saat kondisi ekonomi daerah sudah normal,” kata Setioko saat dihubungi melalui sambungan selulernya.

Setioko mengaku, sejumlah warga menghubungi dirinya sejak beberapa hari lalu. Mereka memprotes kebijakan perusaaan air minum daerah ini menaikkan tarif tersebut terlalu tinggi. Warga mengaku, sebelumnya hanya membayar tiap bulan Rp 70 ribu, namun pembayaran bulan ini naik dua kali lipat samap Rp 140 ribu.

Senada dengan rekan komisinya, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Bilher Hutahean mengaku kebijakan ini justru memukul ekonomi masyarakat Bontang. Menurutnya, saat kondisi ekonomi daerah lesu, seharusnya pemerintah menyesuaikan kebijakan yang diambilnya. Bukan, justru menambah beban ekonomi warganya.

Bilher, menyangkan kebijakan kenaikan air ini. Bahkan, informasi diterima kenaikan tarif ini cukup tinggi, sejumlah warga yang biasanya membayar Rp 100ribu tiap bulan, naik tiga kali lipat menjadi Rp 400 ribu sejak pemberlakukan tarif baru ini.

Menurutnya,  keputusan ini akan berimbas terhadap lonjakan harga di Bontang. Pasalnya, air merupakan barang vital yang dikonsumsi warga, kenaikan harga tentu akan memicu terhadap inflasi daerah semakin tinggi.

“Belum saatnya tarif air naik sekarang, pemerintah aja mengeluh karena defisit apalagi masyarakatnya,” tegas Bilher.

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0