20 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Lelang Jabatan Sekda Bontang Molor, Pansel Belum Dibentuk


Lelang Jabatan Sekda Bontang Molor, Pansel Belum Dibentuk
Plt Sekda Bontang, Artahnan mengungkapkan Tim Pansel Sekda belum terbentuk saat ditemui di Kantor Sekretariat DPRD Bontang, Senin (29/5/2017).

KLIKBONTANG.COM – Proses lelang jabatan untuk mengisi posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang dipastikan molor dari jadwal. Sebabnya, hingga sekarang pemkot Bontang belum membentuk Tim Panitia Seleksi (Pansel) untuk proses rekruitmen pejabat tinggi daerah.

Hal ini disampaikan, Plt Sekda Bontang Artahnan saat ditemui di kantor Sekretariat DPRD  Bontang usai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPRD Bontang, Senin. (29/5) siang.

Sebelumnya, Walikota Bontang Neni Moerniani mengatakan pengisian posisi Sekda Bontang melalui mekanisme lelang jabatan. Proses pemilihan Tim Seleksi (Timsel) ditargetkan selesai di pekan ketiga bulan ini. Namun hingga sekarang Timsel lelang jabatan Sekda tak terbentuk.

“Belum ada Panselnya, kami masih konsultasi ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) dan ke Pemprov Kalimantan Timur,” kata Artahanan kepada wartawan.

Plt Sekda sekaligus Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ini memastikan pembentukan Pansel tidak lama lagi. Sejauh ini proses penggodokan pansel nyaris rampung, sisa finalisasi beberapa dokumen bagi panitia.

Dia mengaku prosesnya berjalan sedikit lamban, karena harus berkoordinasi dengan Pemprov dan menyesuaikan dengan regulasinya yang berlaku. Pun demikian, pihaknya mengaku dalam waktu dekat pansel sudah pasti dibentuk.

“Tunggu saja lah, tidak lama lagi, kami masih menyiapkan semua materinya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tim pansel yang dibentuk nantinya terdiri dari pakar Akedemisi, dan pemerintah. Tim nantinya terdiri dari 5 atau 9 orang panitia. Jumlah panitia nantinya didominasi oleh kalangan pakar ketimbang golongan dari pemerintah.

“Panitia seleksi berjumlah ganjil, paling sedikit 5 orang dan paling banyak diisi 9 orang, dengan komposisi dari instansi internal paling banyak 45,” ujarnya.

Tugas panitia nantinya,  mulai dari seleksi administrasi, kompetensi, penulisan dan presentasi makalah, serta wawancara akhir. Selain itu, anggota tim juga akan melihat rekam jejak para kandidat yang ingin maju.

Dijelaskan, mekanisme pengisian jabatan Sekda mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 5/2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Secara gamblang, aturan tersebut mewajibkan seleksi harus dilakukan secara terbuka.

Sedangkan kriteria bagi para kandidat minimal pegawai berpangkat Eselon II B atau setara dengan Kepala Dinas. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) nomor 13 2014 tentang penyampaian tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi di instansi pemerintah.

"Ya minimal setingkat Kadis (Kepala dinas) lah. Mekanismenya, dimulai dengan membentuk panitia seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi terlebih dahulu,” katanya.

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Said NR



Comments

comments


Komentar: 0