10 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Terperosok ke Jurang 8 Meter di Gunung Hantu, Padahal Truk Diganjal dan Rem Tangan


Terperosok ke Jurang 8 Meter di Gunung Hantu, Padahal Truk Diganjal dan Rem Tangan
Mobil Truk Merah memuat Pupuk untuk dikirim ke Kabupaten Penajam, Paser Utara terperosok ke jurang 8 meter di kawasan gunung hantu kilometer 26 jalan Poros Bontang - Samarinda, Minggu (28/5/2017).

KLIKBONTANG.COM – Kejadian laka lantas tunggal di kawasan gunung hantu kilometer 26 jalan poros Bontang – Samarinda kembali terjadi. Minggu (28/5/2017) malam, sebuah truk memuat pupuk asal Bontang terperosok ke dalam jurang 8 meter.

Akibat kejadian ini, mobil truk tujuan Kabupaten Penajam, Paser Utara (PPU) alami rusak berat. Bagian kepala mobil penyok,muatan  ratusan karung pupuk rusak, terhambur . Beruntung, kejadian ini tidak ada korban jiwa. Sang supir selamat dari musibah ini.

Saksi mata kejadian juga rekan si supir, mengatakan rekanya memilih berhenti di tanjakan gunung hantu untuk berbuka puasa. Dalle-begitu akrab- disapa memarkir mobilnya dengan kondisi handle break terpasang, kemudian ban belakang diganjal.

Namun naas, tak lama berselang mobil tiba-tiba berjalan kemudian terperosok ke dalam jurang. Rekannya yang melihat kejadian terperangah, pasalnya kondisi mobil dipastikan aman untuk berhenti. Namun kendaraan masih berjalan.

“Itu teman tadi langsung buang nasinya kaget liat mobilnya bisa jalan sendiri,” ujar rekan supir saat ditemui di lokasi.

Truk merah dengan nomor plat KT 8529 ini merupakan rekanan ekspedisi PT KMBU. Rencananya, muatan pupuk dikirim ke PPU sesuai permintaan klien di penajam. Pantauan di lapangan, sekitar pukul 00.35 Wita, sekitar 8 truk berhenti di lokasi kejadian. Kendaraan yang terparkir di bahu jalan, membuat jalan sedikit menyempit. Tidak ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Para supir dan kernet, saling bahu membahu mengangkat pupuk dari dasar jurang, untuk dipindahkan ke truk lainya. Mereka mengandalkan alat seadanya untuk mengangkut ratusan karung pupuk.

“Banyak rugi pak, ekspedisi, yang pesan juga. Tapi nanti dihitung-hitung saja kerugiannya berapa,” ujar salah satu rekan supir nahas. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Said NR



Comments

comments


Komentar: 0