14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kegelisahan Hadapi Defisit di Bontang; Sektor Maritim Perlu Digali Serius


Kegelisahan Hadapi Defisit di Bontang; Sektor Maritim Perlu Digali Serius
Penulis, Muhammad Muqrim.

KOTA Bontang secara geografis terletak 117023’ Bujur timur sampai 117038’ timur serta di antara 0001 lintang utara dan 0012’ lintang utara. Menempati wilayah seluas 497,57 km2. Wilayah kota bontang di dominasi oleh lautan dengan luasan 349,77 km2 (70,30 %), sementara wilayah daratan hanya 147,8 km2 (29,70%) saja. (sumber: BLOG BONTANG) 

Artinya apa ? Potensi maritim (kelautan) kita sangat besar kalau kita melihat kota bontang ini secara geografis, pertanyaannya kemudian, Apakah pemerintah sudah melakukan atau mengoptimalisasi sektor maritime (kelautan) dalam rangka mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), dan kemudian menjadikan sebagai ujung tombak perkegarakan/peningkatan ekonomi kerakyatan?

Ada beberapa sektor yang bisa dikelola pemerintah dari potensi kemaritiman yang kita miliki. Antara lain, pariwisata dan hasil perikanan. Memang tidak mudah kemudian dengan serta merta melakukan atau mengimplementasikan setiap gagasan yang ada baik yang datang internal pemerintah sendiri ataupun gagasan dari eksternal pemerintah. Perlu sebuah regulasi yang kemudian menjadi dasar untuk mengimplelentasikan gagasan gagasan tersebut.

Tinggal bagaimana pemeritah dalam hal ini eksekutif dan legislatif bersinergi untuk melahirkan produk hukum , apakah itu bentuknya perda ataupun perwali sehingga apa yang menjadi nawacita pemerintah dari awal untuk lebih memaksimalkan sektor kelautan bisa direalisasikan.

Beras Basah misalnya, salah satu potensi wisata yang begitu di kenal diluar daerah bukan hanya darah tetangga namun di luar Kalimantan pun juga dikenal. Harus ada keseriusan pemerintah untuk kemudian mengelola daerah wisata ini secara profesional, sehingga pundi pundi PAD Kota Bontang bisa dimaksimalkan.

Bukan hanya beras basah bontang kuala pun demikian yang begitu di kenal sebagai tempat wisata kuliner diatas laut dan sebagai pemungkiman warga di atas laut dan banyak lagi saya kira potensi wisata kita dari sektor maritim yang bisa digali, sungai belanda, segajah dan lain lain .

Begitupun dengan sektor perikanan kita yang begitu potensial. Bukan rahasia lagi bahwa ikan hasil tangkapan nelayan Kota Bontang banyak disuplai ke luar daerah tetangga, seperti Samarinda, Balikpapan dan sekitarnya. Cuman lagi-lagi ini tidak berdampak positif bagi pemerintah maupun masyarakat kita, pada khususnya yang pada dasarnya dari sumber ini bisa mendorong ekonomi kerakyatan kita di sektor kemaritiman dan bahkan  bisa diintergrasikan dengan sektor pariwisata kita dalam hal wisata kuliner.

Kota Bontang memiliki beberapa pelabuhan yang menjadi perputaran ekonomi para nelayan yakni pelabuhan Tanjung Limau, pelabuhan Berbas (prakla), Tanjung Laut. Tapi hampir bisa dipastikan bahwa perputaran ekonomi tersebut tidak sama sekali berdampak pada peningkatan ekonomi kerakyatan beserta peningkatan PAD Kota Bontang.

Padahal ketika pemerintah bisa memaksimalkan pengelolaannya, sesungguhnya sumber sumber inilah kemudian bisa menjadi pundi pundi PAD kota bontang serta mengintegrasikan pada peningkatan perekonomian kita yang berbasis kerakyatan dari sektor maritim.

Belum lagi bicara tentang rumput laut kita yang notabene hasil budidaya petani rumput laut ini  dikategorikan sebagai rumput laut terbaik (super). Hal ini juga merupakan potensi besar untuk bisa menjadi pendorong kebangkitan ekonomi kita. Namun, lagi -lagi semua kembali ke pemeritah, apakah ada keseriusan untuk kemudian keluar dari persoalan saat ini.

Dari tulisan ini, jelas bahwa Kota Bontang memiliki potensi besar dan luar biasa yakni sektor industri dan kemaritiman untuk bisa keluar dari kegelisahan ini. Dukungan politik sangat berpengaruh besar dalam pengambilan kebijakan. Pemerintah dalam hal ini eksekutif dan legislatif harus bisa bersinergi untuk kemudian merumuskan regulasi dalam rangka keluar dari persoalan ini.

Lagi-lagi, jangan kita  bergantung dengan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan lain lain. Pemeritah kalau mau dikatakan berhasil dalam kepemimpinannya harus lebih visioner dan kreatif untuk meningkatkan pundi pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan menggali potensi daerah.(Penulis: Muhammad Muqrim, Warga Kota Bontang )

Reporter :     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0