22 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jembatan Dermaga Lok Tuan Berlubang, DPRD Minta Pemkot-Pelindo IV Tanggung Jawab


Jembatan Dermaga Lok Tuan Berlubang, DPRD Minta Pemkot-Pelindo IV Tanggung Jawab
Suasana rapat gabungan Komisi I,II dan III DPRD Bontang dengan Dishub, PT Pelindo IV serta OPD terkait, Selasa 13 Juni 2017 (KLIKBONTANG/IMRAN)

KLIKBONTANG.COM- Keberadaan sejumlah lubang menganga pada jembatan dermaga pelabuhan Lok Tuan, Kota Bontang berbuntut panjang.

Gabungan komisi I,II dan III DPRD Bontang meminta pertanggungjawaban dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan PT Pelindo IV, selaku pengelola pelabuhan.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) yang digelar Selasa 13 Juni 2017 siang, di lantai II Gedung DPRD Bontang.

Ubaya Bengawan, Ketua Komisi II DPRD Bontang selaku pimpinan rapat meminta agar Dinas Perhubungan dan PT Pelindo IV mencari solusi atas kerusakan pada jembatan dermaga Lok Tuan.

Sebab, fasilitas pelabuhan merupakan infrastruktur vital yang berperan besar dalam berjalannya roda ekonomi daerah.

“Harus segera dicari solusinya. Dalam hal ini, Dishub dan PT Pelindo IV, segera merumuskan, agar perbaikan bisa segera dilakukan,” jelas Ubaya saat memimpin rapat.

Ubaya juga mempertanyakan, perbandingan sumbangsih PT KNI yang ditenggarai menjadi penyebab utama kerusakan jembatan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan akibat operasinya.

“Ini harus jelas, berapa besar PAD kita dari aktivitas truk pengangkut yang bobotnya bisa sampai 40 ton, dengan biaya untuk memperbaiki kerusakan pelabuhan,” katanya.

Abdul Kadir Tappa, Anggota Komisi III DPRD Bontang juga mempertanyakan kapasitas bobot maksimal jembatan pelabuhan Lok Tuan. Sehingga, bisa disesuaikan dengan muatan truk pengangkut material yang beroperasi.

Karena, pemerintah juga tidak bisa melarang PT KNI beroperasi di atas pelabuhan tersebut, sebagai konsekuensi salah satu regulasi.

“Intinya, karena KNI tidak punya pelabuhan khusus, jadi wajib bagi Pemkot untuk menerima aktivitas itu. Saat ini, yang perlu dicari solusinya, adalah menyesuaikan berat truk, dengan kapasitas pelabuhan,” tuturnya.



Reporter : Imran Ibnu    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0