23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Suku Polahi Gorontalo; Kebiasaan Pernikahan Sedarah


Suku Polahi Gorontalo; Kebiasaan Pernikahan Sedarah
Pernikahan sedarah Suku Polahi di pedalaman Gorontalo.

KLIKBONTANG.COM- Setiap suku pasti memiliki ciri khasnya sendiri yang biasanya berbeda antara satu sama lain. Perbedaan ini bisa berwujud macam-macam, mulai dari tampilan, tradisi-tradisi, sampai kebiasaan-kebiasaan khusus.

Berbicara soal kebiasaan unik, ada sebuah suku di Indonesia yang cukup terkenal akan hal tersebut. Namanya adalah Polahi dan kebiasaan mereka yakni melakukan pernikahan sedarah.

Bagi masyarakat umum, kawin dengan saudara kandung merupakan sebuah pantangan, dan bahkan tidak bisa ditoleransi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi suku Polahi di pedalaman Gorontalo. Mereka hingga saat ini justru hanya kawin dengan sesama saudara mereka.

Sebelum membahas lebih dalam soal kebiasaan pernikahan sedarah di suku Polahi, ada baiknya kita tahu dulu tentang kondisi mereka. Beberapa puluh tahun lalu, keberadaan Polahi masih merupakan cerita mistis yang penuh misteri. Paling banyak cerita mengenai suku ini datang dari para pencari rotan yang mengambil rotan di Pengunungan Boliyohuto.

"Para pencari rotan sebelum saya, bercerita bahwa Polahi yang bertemu dengan mereka, selalu merampas barang-barang mereka. Mereka terpaksa menyerahkan makanan dan parang yang dibawa, karena kalau tidak Polahi bisa membunuh mereka," ujar Jaka Regani (48) salah satu pencari rotan yang ditemui di Hutan Humohulo, Panguyaman, Kecamatan Boalemo.

Dulu, Polahi tidak mengenal pakaian. Mereka hanya mengenakan semacam cawat yang terbuat dari kulit kayu atau daun woka untuk menutupi kemaluan mereka. Sementara itu, bagian dada dibiarkan telanjang, termasuk para wanitanya. "Tapi sekarang Polahi yang berada di Paguyaman dan sekitarnya sudah tahu berpakaian. Mereka sudah berpakaian layaknya warga lokal lainnya," ujar Rosyid Asyar, seorang juru foto yang meminati kehidupan Polahi.

Suku Polahi dianggap mempunyai ilmu kesaktian bisa menghilang dari pandangan orang. Mereka dipercaya punya kemampuan berjalan dengan sangat cepat, dan mampu hidup di tengah hutan belantara. "Dua puluh tahun lalu ada teman saya yang meneliti mengenai Polahi primitif sempat hidup bersama mereka selama seminggu. Menurut pengakuannya, ketika bertemu dengan Polahi primitif tersebut, matanya harus diusap dengan sejenis daun dulu baru bisa melihat Polahi," jelas Rosyid.



Reporter : Aysah Idris | Berbagai Sumber    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0