23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rumah Indekos Janda, Jadi Tempat Kumpul Kebo


Rumah Indekos Janda, Jadi Tempat Kumpul Kebo
Tim Gabungan dari Satpol PP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Polisi Militer, Den Arhanud 002 Rudal, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Api - Api saat menyambangi rumah indekos di jalan Tennis, Kamis (13/4/2017) kemarin malam.

KLIKBONTANG.COM – Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Den Arhanud 002 Rudal, Kodim 0908 Bontang menggelar razia kependudukan di tiga lokasi berbeda, Kamis (13/7) malam.

Operasi ini menyasar warga pendatang yang bermukim di kelurahan Api – Api, Kecamatan Bontang Utara. Masing-masing tim yang terbagi menjadi tiga regu ini, menyusuri 4 RT di kelurahan setempat. Mereka bersama warga dibantu, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) mendatangi rumah indekos di tiap RT.

Sekitar pukul 21.15 Wita, tim regu dipimpin Kasi Penyidik Satpol PP, Andi Suhatro Mori menyambangi rumah indekos di gang Milik Bersama, Jalan Tennis (ex Reformasi), RT 37, Kelurahan Api- api. Rumah sewa empat pintu ini masing –masing dihuni pasangan muda, sertaseorang janda dan satu pasangan nikah sirih.

“Tadi kita lihat data mereka, 1 orang janda dan satunya lagi pasangan menikah sirih ada suratnya diperlihatkan ke kami,” kata Andi saat dilokasi.

Salah satu warga yang menyaksikan operasi kependudukan tiba-tiba menggerutu. Dirinya meminta agar salah satu penghuni berstatus janda pindah dari areal rumahnya. Menurutnya, kehadiran perempuan tersebut membuat warga resah.

Pasalnya, rumah sewa yang dihuni janda tersebut menjadi lokasi perselingkuhan beberapa waktu lalu. “Usir aja dia itu pak, daripada buat masalah lagi seperti kemarin,” kata warga yang mengenakan kaos oblong partai dan celana olahraga ini.

Ketua RT setempat, Yatimin membenarkan pernyataan salah satu warganya. Menurut dia, memang rumah indekos ini kemarin menjadi lokasi ‘kumpul kebo’. Rekan si janda, Istri seorang karyawan swasta menjadikan  rumah ini sebagai tempat untuk bertemu dengan selingkuhannya.

Pun demikian, petugas yang menggelar operasi tidak menggubris tuntutan warga tersebut. Menurut petugas, operasi ini hanya menyasar administrasi kependudukan, bukan operasi penyakit masyarakat.

“Tidak bisa pak, itu kan bukan tujuan dari operasi ini. Nanti akan kita akan koordinasikan lagi terkait operasi penyakit masyarakat ini kepimpinan dulu,” ujar salah satu petugas kepada wartawan.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0