22 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Gunakan Air dan Udara jadi Bahan Bakar Mobil


Gunakan Air dan Udara jadi Bahan Bakar Mobil
ilustrasi

KLIKBONTANG - Tim Riset pabrikan mobil Audi, membuat bahan bakar diesel sintetis yang unsur utamanya berasal dari air dan udara.

Perusahaan otomotif asal Jerman itu mengumumkan telah menciptakan cairan “e-diesel” pertama di sebuah fasilitas riset di Dresden. Bahan bakar yang dihasilkan melalui proses yang disebut “Power to Liquid” itu, dirancang oleh sebuah perusahaan teknologi ramah lingkungan di Jerman dan mitra Audi, Sunfire.

Prosesnya menggunakan karbon dioksida, gas rumah kaca yang paling umum ditemukan, dan mampu ditangkap secara langsung oleh udara. Karbon dioksida yang sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil telah berkontribusi pada pemanasan global.

Sunfire mengatakan mereka dapat mendaur ulang gas tersebut dan membuat bahan bakar yang netral terhadap karbon, jauh lebih efisien.
Tidak seperti bahan bakar konvensional, “e-diesel” tidak mengandung belerang dan kontaminasi lainnya. “Mesin bekerja lebih hening dan saat ini polutan yang lebih kecil sedang dibuat,” ungkap Christian von Olshausen dari Sunfire.

Bahan bakar sintetis ini dihasilkan melalui tiga tahap. Pertama, uap air dipanaskan dengan temperature ekstrim lebih dari 800 derajat Celcius untuk mendapatkan hydrogen dan oksigen. Proses ini menggunakan sumber tenaga alami berasal dari energi matahari (solar energy) dan angin.

Kedua, pencampuran hydrogen dan karbon dioksida dalam suhu yang tinggi akan menghasilkan bahan bakar mentah yang disebut ‘blue crude’. Tahap terakhir, ‘blue crude’ ini disuling menjadi bahan bakar sintetis. Proses ini sama dengan bensin yang dihasilkan dari bahan bakar fosil.

Tes awal bahan bakar alternatif ini dicoba oleh Menteri Pendidikan dan Riset Johanna Wanka minggu lalu. Ia menggunakan lima liter pertama pada mobilnya sendiri dan menyatakan keberhasilan proyek ini

"Jika kita mampu menggunakan CO2 (karbon dioksida) sebagai bahan dasarnya, kita akan memberikan kontribusi penting pada usaha perlindungan iklim, efisiensi sumber daya, dan mengembangkan potensi ekonomi ramah lingkungan," ujar Johanna. (jm2/CNN)

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0