23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

150.000 Koperasi Berdiri, Kontribusi ke Ekonomi Hanya 4 Persen


150.000 Koperasi Berdiri, Kontribusi ke Ekonomi Hanya 4 Persen
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM- Kontribusi koperasi terhadap pembangunan, khususnya terhadap produk domestik bruto (PDB), masih reIatif kecil, yaitu sekitar 4 persen. Kementerian PPN/Bappenas berencana meningkatkan peran koperasi dalam pembangunan nasional dengan cara melakukan pengelompokkan koperasi ke dalam beberapa sektor.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro koperasi ke depan harus bisa menyasar ke seluruh sektor usaha tanpa terkecuali. Bahkan, di tengah perkembangan industri pariwisata dalam negeri yang positif, sangat dimungkinkan adanya lebih banyak koperasi pariwisata.

Contoh koperasi yang bergerak di sektor pariwisata adalah Koperasi Catra Gemilang yang telah berhasil mendorong pengembangan pengelolaan wisata di daerah Borobudur, Magelang. Selain itu, ada juga Koperasi Jasa Wisata Mandiri Nusantara yang menyediakan jasa wisata independen dan telah memperkenalkan destinasi wisata Indonesia.

"Makanya kita akan bikin klasifikasi yang ekspor, infrastuktur, maupun simpan pinjam supaya ada diversifikasi. Ke depan mungkin nanti bisa tambahkan lagi mungkin sektor pariwisata atau lain yang sudah bisa dimasuki oleh koperasi," kata Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Hingga 5 Juli 2017, Indonesia memiliki 26,8 juta anggota koperasi dan 152.282 unit koperasi yang terdiri atas koperasi konsumen sebanyak 97.931 unit (64,31%), koperasi produsen sebesar 27.871 unit (18,30%), koperasi simpan pinjam sebanyak 19.509 unit (12,81%), koperasi jasa sejumlah 3.661 unit (2,40%), dan koperasi pemasaran sebanyak 3.310 unit (2,17%). Volume usaha koperasi tercatat sebesar Rp 176,3 triliun dan sisa hasiI usaha senilai Rp 6,2 triliun.

Bambang mengatakan, ia tidak menginginkan jumlah koperasi yang banyak tanpa memberikan andil pada pembangunan nasional.

"Kita ingin peran koperasi bukan hanya jumlahnya, tapi perannya dalam pembangunan. Kita ingin koperasi bersaing dan punya daya tawar yang sama apakah BUMN maupun perusahaan swasta," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, peran koperasi dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat di pedesaan dan daerah yang belum terjangkau perbankan juga sangat penting. Peran koperasi dalam hal ini dapat meningkatkan inklusi keuangan atau kemudahan akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan, misalnya simpan pinjam.

"Jadi justru keberadaan koperasi bisa jadi cara untuk mempercepat program keuangan inklusif. Kita harap orang-orang makin terakses dan itu merupakan lahan bagi koperasi karena koperasi itu kan milik bersama adanya di komunitas. Menurut saya koperasi simpan pinjam dan bank saling melengkapi," kata Bambang.

Bambang menambahkan, kehadiran koperasi di sebuah komunitas masyarakat bisa menjadi jalan keluar mencari fasilitas pembiayaan murah dibandingkan mendapatkan akses dari rentenir.

"Intinya ada microfinance, idenya yang ada di bank kan ada juga mengurangi ketergantungan petani terhadap rentenir," tutur Bambang.

Untuk memperkuat fungsi koperasi bagi kepentingan ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya, kata Bambang, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama dengan melakukan edukasi agar anggota memahami hak dan kewajiban sehingga mampu mendorong keberhasilan dan keberlanjutan koperasi.

"Edukasi anggota koperasi menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan koperasi," tutur Bambang.

Selain itu, pendidikan kepemimpinan sehingga setiap anggota belajar dan diberi kesempatan untuk mengelola koperasi. Para pengurus dan anggota koperasi juga harus dibekali kewirausahaan agar mampu mengembangkan produk dan Iayanan sesuai dengan dinamika kebutuhan.(*)

Reporter : Antara    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0