23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Tak Berizin, Pengerukan Laut Lok Tunggul Disoal


Diduga Tak Berizin, Pengerukan Laut Lok Tunggul Disoal
Plt Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP, Muhammad Asnem memantau proyek pengerukan laut untuk pembuatan alur kapal di wilayah pesisir Lok Tunggul, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (21/9).

KLIKBONTANG.COM – Gabungan dinas yang terdiri dari Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja & PTSP, Dinas Perhubungan Kota Bontang serta Satuan Polisi Pamong Praja menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di kawasan pesisir Lok TungguL, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (21/9) petang.

Sidak sengaja digelar menyusul adanya laporan dari warga sekitar, bahwa salah satu rekanan proyek pembangunan Graha Power Kaltim (GPK) di Bontang Lestari melakukan pengerukan laut.  Menanggapi hal itu, rombongan memutuskan untuk mengkroscek di lokasi yang dimaksud.

Setibanya di lokasi, tidak jauh dari terminal sandar nelayan Lok Tunggul. Rombongan mendapati dua kapal tengah beraltivitas, salah satu kapal tampak mengeruk dasar laut. Sementara kapal lainya, memuat hasil galian untuk dibuang.

“Kami tidak dapat laporan dari Provinsi terkait aktivitas ini,” tandas Plt Dinas Penanaman modal, Muhammad Asnem saat menyambangi kapal pengerukan.

Dijelaskan, izin aktivitas pengerukan laut memang diterbitkan oleh Pemprov Kaltim. Pun demikian, biasanya aktivitas seperti ini diketahui oleh pemerintah daerah setempat. Namun, tembusan ke Pemkot Bontang atas proyek ini sampai sekarang belum diterima.

Asnem menduga aktivitas ini belum mengantongi izin untuk pengerukan laut. Untuk itu, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk memverifikasi izin proyek ini. Tak hanya itu, dirinya juga bakal memanggil kontraktor pelaksana proyek ini.

Menurutnya, pihak pemerintah menyambut baik investasi di Bontang. Hanya saja, seluru procedural perizinan tak boleh luput.

“Apabila tidak ada izinnya, kita pastikan akan hentikan proyek ini sampai kontraktor kantongi izin lebih dulu,” ujar Asnem, di damping Kadis Dinas Perhubungan Sukardi, serta perwakilan dari Satpol PP.

Pantauan di lapangan, kapal dengan nama G701 Tanjung Priok ini mengeruk dasar laut. Hasil galian kemudian dimuat oleh kapal lainya, GJ501. Sesaat rombongan tiba di lokasi kapal masih beroperasi. Tak lama kemudian, salah satu kapal pemuat galian, GJ501 meninggalkan lokasi dan menjauh.

Sementara itu, supervisor, Erik Handato mengaku tidak mengetahui dokumen yang diminta oleh pihak pemerintah. Dirinya hanya mendapat intruksi untuk berkerja dari pimpinannya, Gunawan.

“Saya tidak tahu pak, karena urusan untuk izin yang urusin pak Gunawan,” kata Erik dengan aksen asing.

Erik mengatakan, proyek pengerukan ini ditargetkan rampung selama 2 pekan. Dengan total pekerjaan keruk sepanjang 500 meter, lebar 40 meter dan kedalaman 4 meter. Proyek ini ditujukan untuk pembuatan alur kapal di pesisir agar memudahkan muatan kapal besar membawa material dari laut.

“Buat alur kapal ini pak, karena nanti akan kirim barang,” katanya.

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0