23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Erau Guntung sebagai Promosi Daerah


 Erau Guntung sebagai Promosi Daerah
Sultan Kutai dan Walikota Neni menyalakan obor tanda dibukanya Erau Pelas Banua Guntung 2017. (FOTO: KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG.COM- Walikota Bontang, dr Neni Moerniaeni resmi membuka Erau Pelas Benua Guntung di Kampung Adat Guntung, Bontang, Kalimantan Timur, Ahad (24/9/2017).

Kegiatan tahunan ini dihadiri pula Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Basri Rase bersama istri, Plt Sekkot Bontang, Artahnan Saidi, Forkompimda, pimpinan perusahaan, lembaga adat Kutai Guntung, Lembaga adat besar Kutai Timur, Putra mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Adji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat dan Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger.

Walikota Bontang, dr Neni Moerniaeni mengikuti proses adat saat pembukaan Erau Pelas Banua Guntung 2017. (FOTO: KLIKBONTANG/FANNY)

Dalam sambutannya, Walikota Neni menyampaikan komitmen Pemkot Bontang untuk memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan lokal di Kota Bontang. Selain itu, dia menegaskan, bakal menjadikan ajang ini sebagai promosi daerah.

“Bontang sangat komitmen terhadap pelestarian budaya, walaupun kota Bontang ditetapkan sebagai kota gas dan kondensat kita tidak pernah lupa dengan budaya kearifan lokal,” tegasnya.

Walikota Neni dan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura diikuti jajaran OPD dan Muspida menari bersama. (FOTO: KLIKBONTANG/FANNY)

Neni pun bangga dengan suguhan tarian yang beraneka warna suku dan budaya pada Erau pelas benua ke XV kali ini. Menurutnya, perbedaan kebudayaan mampu mempersatukan seluruh budaya menjadi Indonesia. “Sebagai Indonesia mini dengan banyaknya suku dan budaya di Kota Bontang saya terharu semua suku ada di Kota Bontang bersatu dalam tarian budaya hari ini. Ini perlu dijaga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di Kota Bontang, karena kita punya objek vital dua perusahaan raksasa yang mesti dijaga kondusifitasnya,” ujarnya.

Sementara itu amanah Sultan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang disampaikan oleh Menteri Kelestarian Nilai Adat Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger, berharap ada perhatian lebih dari pemerintah Kota Bontang terhadap pelestarian budaya Kutai. Tak lupa, ia berbesan agar semua orang menghargai perbedaan.

Berbagai tarian tradisional disuguhkan di Erau Pelas Banua Guntung 2017. (FOTO: KLIKBONTANG/FANNY)

“Apapun suku kita mari kita menghormati adat istiadat kita, kepada masyarakat Guntung harus menjadi contoh adat istiadat bagi masyarakat Kota Bontang,” ucapnya.

Ketua panitia Erau pelas benua XV Sabransyah menyampaikan bahwa tujuan digelarnya kegiatan Erau pelas benua untuk meningkatkan keberadaan Kelurahan Guntung sebagai kampung adat Kutai dan meningkatkan kembali kearifan budaya lokal pada masyarkat Bontang.

Walikota Neni bersama Kesultanan Kutai Kartanegara saat baru tiba di Erau Pelas Banua Guntung 2017. (FOTO: KLIKBONTANG/FANNY)

Pembukaan Erau pelas benua ditandai dengan penyalaan obor oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Putra mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Adji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat dan Wakil Walikota Bontang Basri Rasse.

Kemudian acara dilanjutka dengan mengikuti prosesi pendirian rondong ayu dan tari dewa dewi hingga foto bersama.(*)

Reporter : Fanny    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0