16 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Neni Titip Rp 3 Miliar ke Pemprov Untuk Guru Swasta dan SLB


Neni Titip Rp 3 Miliar ke Pemprov Untuk Guru Swasta dan SLB
Walikota Bontang, Neni Moerniani membacakan nota keuangan APBD-Perubahan 2017 Kota Bontang dihadapan peserta sidang paripurna di Auditorium Kantor Walikota Bontang, Selasa (26/9/2017).

KLIKBONTANG.COM – Komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk memberikan insentif bagi tenaga guru SMA se- derajat swasta dan SLB akhirnya diwujudkan. Walikota Bontang, Neni Moerniani mengaku telah mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar lebih ke Provinsi Kalimantan Timur untuk disalurkan ke guru swasta se-Kota Bontang.

Sejak regulasi mengatur kewenangan SMA sederajat dialihkan ke Provinsi. Pemerintah Kabupaten/Kota tak dapat memberikan insentif tambahan bagi guru, yang sebelumnya telah mereka nikmati. Akhirnya, Pemkot Bontang memutuskan untuk menitip anggaran ke Provinsi. Nantinya dana tersebut disalurkan dalam bentuk Bantuan Keuangan  (Bankeu) Provinsi.

“Pemkot suntikan anggaran ke Provinsi untuk diteruskan ke para guru swasta dan SLB se-Kota Bontang,” ujar Neni usai menghadiri rapat paripurna terkait penyampaian Nota Keuangan APBD-Perubahan 2017 Kota Bontang, di auditorium Kantor Walikota, Selasa (26/9).

Neni mengatakan, dirinya  prihatin dengan guru swasta yang harus menerima imbas dari kebijakan peralihan kewenangan ini. Sebelumnya, mereka selalu mendapat insentif tambahan dari Pemkot Bontang tiap bulannya.

Namun, sejak awal tahun kemarin. Para guru kesulitan untuk menutupi biaya operasional mereka. Padahal insentif ini sangat diharapkan oleh guru swasta, lantaran pendapatan yang mereka terima dari sekolah tergantung dari yayasan sekolah.

“Makanya kami perjuangkan, setelah berkonsultasi ke bagian hukum provinsi. Ternyata ada celah untuk tetap memberikan insentif bagi guru ini,” katanya.

Untuk besaran yang mereka terima tak berubah. Para guru nantinya, akan menerima insentif tiap bulannya sebesar Rp 1 juta.  Dia berharap para guru swasta tetap bekerja maksimal untuk menciptakan generasi yang berkualitas.

Selain itu, pada kesempatan ini juga Neni mengungkapkan gaji para pegawai non-PNS di lingkungan Pemkot Bontang juga alami kenaikan. Semula seluruh gaji para honorer ini hanya Rp 1 juta sejak kondisi keuangan daerah memburuk.

Namun, setelah keuangan perlahan membaik seperti sekarang. Pihaknya berinisiatif untuk menaikan perlahan insentif bagi pegawai non-PNS ini. Besaran untuk masing-masing pegawai honorer berbeda, tergantung waktu lama bekerja di instansi pemerintah.

Untuk pegawai baru mendapatkan gaji pokok Rp 1,5 juta atau naik Rp 500 ribu sejak pemangkasan beberapa waktu lalu. Sedangkan, pegawai honorer lama terima Rp 1,8 juta.

“Sudah ada Peraturan Walikotanya,. Jadi nanti akan dinikmati setelah APBD-P disahkan,” pungkasnya.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Said NR



Comments

comments


Komentar: 0