18 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Traffic Light se-Kota Bontang Rusak


Traffic Light se-Kota Bontang Rusak
Kondisi traffic light di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api - Api, saat rusak beberapa waktu lalu. (DOK KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM – Seluruh lampu traffic light di jalan protokol Kota Bontang alami kerusakan. Kerusakan yang terjadi mulai rendah hingga mati total. Titik paling parah terjadi di ruas jalan Sultan Syarir (Simpang Lengkol-red) sejak dua bulan terakhir lampu merah tak berfungsi.

“Kalau di simpang Lengkol itu selalu kuning terus, karena ada kerusakan kontroler yang merambat ke komponen lain,” kata Kabid Hubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, Bina Antariansyah saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPRD Bontang, Selasa (10/10).

Kabid Bina mengatakan,  pihaknya telah mengusulkan untuk perbaikan di seluruh jaringan traffic light se-Kota Botnang. Namun, akibat keterbatasan anggaran sementara ini Dishub mengusulkan hanya perbaikan pada titik simpang Lengkol.

“Kita lakukan langkah kecil dulu, karena kalau mau keseluruhan harus mengganti jenis Traffic light yang semula menggunakan surya cell diganti ke listrik semuan,” katanya.

Menurutnya, anggaran perawatan instalasi traffic light selama ini banyak diperuntukkan untuk lampu  lalu lintas yang menggunakan sumber energy dari surya sel. Padahal anggara perawatan lampu pengatur lalu lintas ini tidak murah.

Terdapat empat titik traffic light yang menggunakan sumber energy dari surya sel. Ke-4 titik tersebut diantaranya, Simpang tiga RSUD jalan S Parman, simpang tiga Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD), simpang tiga jalan Brigjen Suprapto (Bontang Baru) dan simpang tiga jalan Sultan Hasanuddin (Berbas).

Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar seluruh traffic light di Bontang menggunakan surya sel. Memang biaya instalasi pemasangannya cukup mahal. Untuk satu titik dibandrol kisaran harga Rp 300-400 juta. Namun, perawatan jaringan jauh lebih murah disbanding lampu bersumber dari surya sell.

“Kalau surya sell memang sedikit lebih murah, tapi perawatannya itu tidak dapat diprediksi. Dan kalau rusak salah satu komponennya bisa merambet ke alat lainnya,” kata Bina.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD selaku pimpinan rapat, Rustam HS mengaku terkejut dengan kondisi traffic light di Bontang. Seluruh instalasi lampu pengatur lalu lintas ini alami kerusakan. Untuk itu, pihaknya mengaku bakal memperjuangkan anggaran untuk perawatan dan pengadaan alat ini pada tahun depan.

Untuk sementara waktu, dia meminta Dishub berkoordinasi dengan PT Badak NGL untuk membantu perawatan sejumlah fasilitas lampu lalu lintas yang rusak. Sebab, mereka memiliki teknisi andal untuk merawat dan memperbaiki lampu lalu lintas mereka.

“Kalau dilihat PT Badak NGL itu lampunya itu-itu terus dari dulu. Mereka pinta merawat, makanya nanti Dishub minta tolong sama mereka supaya dibantu untuk perbaikan traffic light yang rusak,” kata Rustam. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0