17 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Presiden Soroti Bontang karena Ekonomi Minus


Presiden Soroti Bontang karena Ekonomi Minus
Rapat Kerja Pemerintah (RKP) yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.. (Foto: Dokumentasi Setkab)

KLIKBONTANG.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal pertumbuhan ekonomi yang minus di Indonesia. Presiden menyampaikan hal tersebut dalam acara "Pengarahan Presiden Republik Indonesia Kepada Para Gubernur, Bupati dan Wali Kota Seluruh Indonesia" yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja, Rapat Kerja Pemerintah (RKP) yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.

Presiden menyebutkan ada sejumlah kabupaten yang pertumbuhan ekonominya malah minus. Empat daerah di antaranya berada di Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk Kota Bontang.

"Nah ini ada yang minus perlu saya bacakan tidak? Hati-hati yang minus, Kabupaten Paser (Kalimantan Timur), Bengkalis (Riau). Ini (pertumbuhan ekonomi) tahun kemarin, tahun ini harus betul-betul hati-hati. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), kabupaten Bontang (Kalimantan Timur)," ungkap Presiden.

Presiden juga menyebutkan inflasi di daerah sepanjang 2016. Presiden menyoroti inflasi yang kadang juga tidak diperhatikan oleh para pemimpin daerah.

"Sering kepala daerah tidak lihat dari bulan ke bulan, triwulan ke triwulan. Hati-hati inflasi bapak ibu boleh senang tadi di kabupaten Mimika misalnya pertumbuhan 12 persen tapi kalau inflasi 15 persen tidak ada artinya pertumbuhan itu, karena tekor, keterjangkauan masyarakat membeli sesuatu sulit. Hati-hati namanya inflasi terutama namanya sembako," ungkap Presiden.

Ia pun mengingatkan agar para kepala daerah itu harus mengerti permainan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Ia pun membacakan inflasi sejumlah daerah seperti kabupaten Tual (Maluku) 9,6 persen; kabupaten Watampone (Sulawesi Selatan) 5,3 persen; kabupaten Bulukumba (Sulawesi Selatan) 4,6 persen; kabupaten Singkawang (Kalimantan Barat) 4,54 persen hingga kota Cilegon (Banten) 4,3 persen. (*)

Reporter : Maggie Aksan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0