18 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

6 Pelamar Berebut Kursi Direktur Perusda AUJ Bontang


6 Pelamar Berebut Kursi Direktur Perusda AUJ Bontang
ilustrasi

KLIKBONTANG.COM – Selang sepekan masa pendaftaran calon Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang dibuka. Sudah 6 orang pelamar yang telah menyatakan sikap untuk ikut tahapan penjaringan Direktur Perusda AUJ.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Administrasi, Aguswati mengatakan, sejak pendaftaran dibuka pada Senin (6/11) kemarin terdapat 6 pelamar, masing-masing diantaranya, HM Zuchli Imran Putra, Taqiyuddin, Irwan Burhanuddin, Dani Firmansyah, Dian Trisnawati, Muhammad Handayani Arief. Hingga masa pendaftaran ditutup pada Senin,(13/11) pukul 15.00 Wita, ke-6 orang saja  yang telah menyerahkan berkas pendaftaran mereka ke panitia.

“Pada hari Senin kemarin sekitar jam 11.00 Wita baru tiga pelamar, tapi setengah jam sebelum tutup bertambah 3 lagi, jadi totalnya ada 6 pendaftar,” kata Wati begitu biasa disapa saat dihubungi media ini, Selasa (14/11) petang.

Dia menjelaskan, berkas ke-6 pelamar ini masih dalam tahapan seleksi dan verifikasi data. Dokumen para pelamar diseleksi sesuai dengan syarat yang telah ditentukan di formulir pendaftaran. Kemudian hasil seleksi nantinya diumumkan pada Jumat (17/11).

Para calon yang telah lolos berkas akan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Assesment dan Psikotes yang dilakukan oleh panitia seleksi. “Kami verifikasi dulu mulai hari ini sampai dengan, Rabu (15/11). Nanti yang lolos akan kami panggil bersamaan dengan pengumuman hasil,” kata dia.

Dijelaskan, ketentuan pelamar calon Direktur Perusda AUJ di dalam kriteria khusus diatur bahwa pelamar diwajibkan mengisi form bahwa bukan keluarga dari kepala daerah atau lainya. Aturan ini menjadi kewajiban bagi setiap pelamar yang ingin mengajukan berkas mereka.

Selain itu, pelamar bukan pengurus partai politik. Mereka diharuskan mundur dari jabatanya apabila terpilih sebagai Direktur Perusda AUJ nantinya. Begitu pun, apabila pelamar merupakan karyawan disalah satu instansi swasta atau pejabat di lingkungan pemerintahan.

Tak hanya itu saja, bagi pelamar yang pernah tersandung kasus pidana dipastikan gugur dalam tahapan pemberkasan. Syarat-syarat tersebut wajib dipenuhi oleh pelamar apabila mereka ingin mengikuti tahapan selanjutnya.
“Tidak ada keluarga dekat yang boleh ikut itu tertuang di syarat-syarat khusus, dan mereka juga bukan dari politisi,” katanya.

Lebih lanjut, saat ini tim pansel telah berkoordinasi dengan Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Universitas Gadjah Mada. Sejauh ini mereka mengaku siap bekerja sama untuk berpartisipasi dalam proses penjaringan ini.(*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0