17 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Longsor di Telihan, Camat Minta Segera Ditangani


Longsor di Telihan, Camat Minta Segera Ditangani
Camat Bontang Barat Sutrisno (kiri) dan Lurah Gunung Telihan Viki Risqi Riadis (kanan) meninjau langsung lokasi terjadinya longsor di Jalan Surabaya No. 01, RT 20 Kelurahan Gunung Telihan, Jum\'at, 24 November 2017. (FOTO: DARWIN TRI/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Camat Bontang Barat dan Lurah Gunung Telihan meninjau langsung area longsor yang diduga menjadi dampak banjir di Jalan Surabaya, RT 20 nomor 01 Kelurahan Gunung Telihan, Jum'at, 24 November 2017.

Rumah Markus Sampe Panasi, warga RT 20 Kelurahan Gunung Telihan mengalami longsor tepat dibagian teras rumah. Bangunan berbahan kayu yang terletak dipinggir sungai tepi jembatan itu, menjadi saksi bisu dampak banjir yang terjadi beberapa hari lalu.

Camat Bontang Barat, Sutrisno mengatakan peninjauan ini adalah sebagai tindak lanjut laporan dari Ketua RT 20 yang menyatakan rumah salah seorang warganya terkena longsor akibat banjir. "Ini sebagai langkah antisipasi, jika tidak segera dilaporkan dan ditangani, khawatirnya akan ada retakan yang merambah ke bagian rumah warga," kata Sutrisno.

Sutrisno menilai kendati longsor yang terjadi akibat peristiwa alam, harus tetap dilakukan penanganan guna menghindari adanya korban. Terkait kejadian ini, ia pun telah meminta ketua RT membuat laporan yang ditujukan ke kelurahan, kemudian bersama kecamatan berkoordinasi dengan dinas terkait agar mendapat bantuan. 

Jika rumah korban masuk dalam kategori rumah tangga miskin, dengan adanya laporan ke Dinas terkait Sutrisno berharap ada pihak ketiga yang siap menyalurkan bantuan berupa perbaikan.

Berdasar pengalaman ini, Camat Sutrisno pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di bibir atau pinggir sungai. "Selain ada aturan yang tidak membolehkan mendirikan bangunan dibibir sungai, juga untuk menghindari dampak longsor," timpalnya.

Senada, Lurah Gunung Telihan Viki Rizqi Riadis mengungkapkan informasi awal ia peroleh melalui laporan dari Ketua RT 20. Sebagai langkah awal, Ia pun langsung meninjau langsung kearea longsor.

"Usai dapat laporan adanya longsor, tindakan awal kami adalah dengan berkordinasi langsung dengan Camat beserta jajaran kemudian meninjau langsung," ungkapnya.

Ia menilai longsor yang terjadi ini cukup mengkhawatirkan, lantaran letak rumah berada tepat dibibir sungai. Untuk itu, harus segera dilakukan penanganan guna menangkal jika terjadi banjir susulan.

Viki mengaku sejauh ini hanya menerima satu laporan untuk longsor, yakni rumah warga di RT 20. Disamping ketinggian air yang mencapai paha kaki, derasnya air parit yang berada tepat disamping area longsor pun menjadi penyebabnya.

"Ini adalah antisipasi, kami beri imbauan langsung kepada warga. Jangan sampai ada korban dari kejadian longsor akibat banjir ini," terangnya.

Lebih lanjut, Ketua Rukun Tetangga (RT) 20 Sadrak mengatakan longsor telah terjadi sejak bencana banjir melanda Kota Bontang (20/11).  "Saat banjir mulai surut, longsor pun terjadi," terangnya.

Menurutnya, area yang terkena longsor ini sepanjang 10 meter dengan lebar 1,5 meter. Kendati area yang longsor hanya sebatas teras rumah, tidak menutup kemungkinan akan merambah kearea sekitar lantaran retakan longsor yang ada pada dinding parit cukup dalam.(adv)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0