11 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

46 Ribu Anak Bontang Belum Ber-KIA


46 Ribu Anak Bontang Belum Ber-KIA
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM- Implementasi program Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) terus berjalan. Data terakhir, dari 58 ribu anak usia 0-17 tahun sasaran program, tercatat baru 12 ribu yang mengantongi kartu. Sedangkan sisa 46 ribu anak masih menunggu pencetakan hingga perekaman di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Eka Dedy Ansharidin, Kabid Pendaftaran Kependudukan (Daftduk) Disdukcapil Bontang menjelaskan, salah satu penyebab belum dilakukan pencetakan KIA, adalah ketersediaan tinta dan printer khusus untuk mencetak KIA.

“Yang ada saat ini, untuk cetak KIA masih gunakan printer dan tinta KTP elektronik. Jadi ketika dipaksakan, salah satu program bisa terganggu,” jelasnya kepada klikbontang.com.

Dijelaskan, program KIA telah berjalan di Kota Bontang sejak Agustus 2016. Bontang merupakan satu dari 50 kabupaten atau kota di Indonesia, yang ditunjuk sebagai daerah proyek percontohan pelaksanaan KIA.

Hanya saja, dalam pelaksanaannya, pencetakan kartu belum bisa optimal. Sebab, bantuan 28 ribu keping blanko KIA dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak didukung pengadaan sarana dan prasarana pencetakan. Yaitu tinta dan printer khusus.

Akhirnya, saat ini, Disdukcapil hanya bisa melakukan perekaman atau input data pemohon pembuatan KIA. Sedangkan pencetakan, baru bisa dilakukan saat tinta dan printer khusus tersedia.

"Jadi kita setop dulu pencetakannya. Pengadaan printer dan tinta khusus KIA ini sudah kami usulkan di APBD Perubahan 2017. Harapannya, bisa teralisasi,” tuturnya.

Diterangkan, Kartu Identitas Anak terbagi atas dua jenis. Yaitu untuk anak usia 0 hingga 5 tahun tanpa dilengkapi foto, dan kartu identitas untuk usia 5 sampai 17 tahun dengan foto.

Kartu tersebut, lanjut dia, bisa digunakan untuk membuka rekening dengan nama anak. Dan dalam pengurusan bisa dilakukan orang tua tanpa kehadiran anak.  

“Untuk urus KIA, tidak seperti KTP yang harus hadir. Melainkan, bisa diurus dengan membawa foto anak. Dan data terakhir kami hingga saat ini, dari 58 ribu anak usia 0-17 tahun, sudah 14 ribu yang ajukan pencetakan, sedangkan yang sudah terima kartu baru 12 ribu anak,” tuturnya.

Untuk memuluskan program ini, pihaknya telah melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan metode three in one. Dalam metode ini, pengaju dokumen akan memperoleh dua dokumen lain secara gratis.

“Misalnya ingin urus akta lahir, akan dapat dua dokumen lain, yaitu Kartu Keluarga yang memuat nama anak, dan KIA,” tukasnya.(*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0