18 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sempat Terkam Ayam, Ular Phiton 4,5 Meter Diamankan di Gunung Elai


Sempat Terkam Ayam, Ular Phiton 4,5 Meter Diamankan di Gunung Elai
Damkar Bontang berhasil amankan ular phyton sepanjang 4,5 meter, Rabu (10/1/2018). (DAMKAR BONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Ular phiton sepanjang 4,5 meter yang bersarang di bawah rumah warga RT 16 Kelurahan Gunung Elai berhasil diamankan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar dan Penyelamatan) Kota Bontang, Rabu, 10 Januari 2018.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Bontang, Mohammad Yani mengaku pihaknya mendapat laporan adanya ular phiton yang bersarang dirumah warga.

"Jam 09.10 tadi ada warga yang menghubungi kami melaporkan adanya ular berukuran besar yang sedang melilit ayam peliharaannya," ucap Yani didampingi tim penyelamat satria biru Damkar Bontang usai evakuasi.

Usai melilit ayam hingga mati, ular tak langsung memakannya. Ia kembali ke bawah kolong rumah beton warga tempatnya bersarang. Letak dan kondisi bangunan cukup menyulitkan tim saat melakukan evakuasi. 

Jerih payah tim Damkar dan Penyelamatan membuahkan hasil. Selama dua jam dilokasi bersama Komunitas Bontang Reptilia Community (Borac) bermodal penerangan akhirnya mampu mengamankan ular yang diperkirakan telah lama bersarang berdampingan dengan warga itu.

"Saat penangkapan sempat ada perwalanan dari ular, cuma bisa dikondisikan tim kami," ujarnya.

Meminjam data Dinas Damkar dan Penyelamatan Bontang sepanjang 2017, Damkar dan Penyelamatan Bontang mencatat ada sebanyak 13 evakuasi ular jenis phiton dan kobra yang berhasil ditangani. Hampir tiap bulan terus ditemui laporan dari warga serta evakuasinya.

Yani mengimbau kepada seluruh masyarakat Bontang untuk tetap waspada dengan berbagai hal yang menyangkut keselamatan jiwa khususnya ancaman serangan binatang buas.

"Kita mohon kerja sama warga. Jika ada gangguan, segeralah berkordinasi dengan Damkar dan Penyelamatan Bontang yang standby 24 jam," pesannya.

Dia berujar penyelamatan tak jauh beda dengan kebakaran. Harus secepat mungkin menuju lokasi kejadian. Apalagi jika ada nyawa manusia yang terancam, tidak bisa menunggu nanti atau sebentar.(*)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0