17 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

3 Paslon Pilgub Kaltim Tes Kesehatan Besok, Sisanya Lusa


3 Paslon Pilgub Kaltim Tes Kesehatan Besok, Sisanya Lusa
Rudiansyah, Ketua Bidang Teknis KPU Provinsi Kaltim.

KLIKBONTANG.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur bakal mulai memeriksa kesehatan pasangan calon (paslon) Gubernur Kaltim, di RSUD AW Syahranie (AWS) Samarinda, Kamis (11/1/2018) besok mulai pukul 07.00 Wita.

"Besok hanya tiga paslon saja, Jumat giliran Pak Rusmadi dan Pak Safaruddin," kata Ketua IDI Kaltim, dr Nataniel Tandirogang, Rabu (10/1/2018) malam. 

Nataniel berujar, pemeriksaan empat paslon tersebut dipisah menjadi dua hari. Sebab keduanya berhalangan hadir di pemeriksaan hari pertama.

"Tidak ada masalah. Hanya, pasangan Rusmadi-Safaruddin tidak bisa hadir saja di Hari Kamis. Jadi, kami sesuaikan dengan jadwal mereka saja. Dan bisanya Jumat,” ungkap Nataniel.

Proses pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara bersamaan. Yakni pukul 07.00 Wita. Pemeriksaan sendiri berlangsung sekitar 8-10 jam untuk 1 orang.

“Kan banyak yang harus diperiksa. Jadi, bergantian saja. Misalnya yang satu tes mata, yang lain tes apa, nanti gantian,” ujar Nataniel.

Terpisah Anggota KPU Provinsi Kaltim, Rudiansyah menuturkan jika pihaknya sudah menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) sebagai rumah sakit yang akan memeriksa tes kesehatan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kaltim periode 2018-2023.

Sebelum jalani tes kesehatan, peserta paslon harus puasa sebelum diperiksa. Lanjut ke pemeriksaan psikologi. Dengan standar per orang selama 5 jam.

Untuk lolosnya pasangan calon, kata Rudi, salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani, serta bebas penyalahgunaan narkotika. Hasil tes itu menjadi syarat bagi pasangan calon yang akan maju. 

"Kalau tes kesehatan jasmani itu dari unsur IDI. Tes kesehatan rohani dari unsur HIMPSI. Sedangkan bebas penyalahgunaan narkotika itu dari BNN. Hasil kesimpulan itu akan rapat dan menjadi keputusan apakah yang bersangkutan memiliki kemampuan kepala daerah atau tidak," tutur Rudi.

Masing-masing unsur tim pemeriksaan akan melakukan validasi. Jika hasil pemeriksaan ada indikasi, misalnya narkoba, tim BNN akan mevalidasi lagi ke tahapan selanjutnya.

"Kalau si calon ini ada penyalahgunaan, maka dia dinyatakan tidak memenuhi syarat. Tapi kalau penggunaan zat psikotropika itu dari rujukan. Itu lain lagi," ujarnya. (*)

Reporter : Omar N    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0