17 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Beras Langka Picu Kenaikan Harga, Pedagang Keluhkan Penjualan Turun


Beras Langka Picu Kenaikan Harga, Pedagang Keluhkan Penjualan Turun
Suparmi menunjukan beras yang dijualnya kian mahal saat ditemui, Jumat, 12 Januari 2018. (ILHAM/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Kenaikan harga beras yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir di Kota Bontang, Kalimantan dipicu kelangkaan stok barang strategis ini di pasaran. 

Suparmi, misalnya pedagang grosir di Jalan Asmawarman, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat mengatakan sejak beberapa pekan terakhir stok beras daganganya selalu menipis. Pasalnya, stok barang dari distributor pun berkurang. Mulanya, kata Parmi-begitu biasa disapa menjual 5 jenis merek beras berbeda. 

"Kalau sekarang cuman dua, itupun untuk beras yang 10 kilogram saja. Yang ukurang 25 kilogram kosong," kata Parmi saat ditemui di toko miliknya. 

Dia menuturkan, kelangkaan beras ini memicu lonjakan harga. Beras dengan merk mawar dengan berat 10 kilogram dijual Rp 120 ribu. Sebelumnya hanya dilepas dengan harga Rp 110 ribu saja. Kenaikan harga juga terjadi untuk beras merk Manalagi. Sebelumnya dijual Rp 110 ribu kini naik Rp 10 ribu dari harga semula. 

Sedangkan untuk beras merek Tawon, Kepala Singa dan Mangga kosong. Kondisi ini sudah terjadi sejak awal pekan bulan ini. 

Taufik Hidayat, pedagang beras di Pasar Taman Telihan juga mengaku beras langka. Menurut dia, sebelumnya beras merek Kurma berat 25 kilogram paling laris di tokonya. Namun, sudah beberapa terakhir dia tak menjualnya karena stok kosong. 

"Kosong yang merek Kurma, yang ada hanya beras kurma berat 10 kg saja. Yang berat 25 kg tidak ada dipasok," ujarnya. 

Begitu pun dengan beras merek Kepala Singa. Stok beras ini tak lagi dijual sejak awal pekan lalu. Menurut dia, kelangkaan ini berimbas terhadap harga beras. Alhasil, penjualan di tokonya pun menurun. Pun begitu, dia enggan menyebutkan penurunan penjualan yang dialami. 

"Turun jualan saya Mas, biasanya kalau sekarang ini sudah masuk barang baru. Sekarang belum habis," ujarnya. (*)

Reporter : Ilham Abdullah    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0