23 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Beras Mahal, Nenek Sadiah Kurangi Jatah Makan


Beras Mahal, Nenek Sadiah Kurangi Jatah Makan
Nenek Sa\\\'diah, warga Kelurahan Api-Api yang ditemui, Jumat, 12 Januari 2018. (ICHWAL/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Lonjakan harga beras sejak beberapa pekan terakhir dirasakan sangat memberatkan bagi Keluarga Miskin (Gakin) di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Dua warga miskin, Sa'diah (94) dan Markonah (75) misalnya. Dua orang Gakin di Kelurahan Api-Api ini mengeluhkan kenaikan harga beras. Sehingga, mereka harus berhemat mengonsumsi beras bulan ini. 

"Mahal sekarang beras, untuk biasanya 25 kilogram bisa satu bulan. Kalau sekarang harus irit, sekarung harus lewat sampai sebulan lebih," ujar Sa'diah janda 4 anak ini saat ditemui di rumahnya Gang Sari Buah 01, RT 01, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. 

Pengurangan jatah makan pun harus dilakukan Sa'diah lantaran pendapatnya selama ini hanya dibantu oleh sang anak. Jumlahnya pun tak besar‎ hanya cukup beli beras dan lauk untuk sebulan. 

‎Hal serupa juga dialami tetangganya, Markonah. Wanita paruh baya ini mengaku kebutuhan sehari-hari sangat sederhana. Untuk kebutuhan beras, dia selalu bergantung dari Beras Sejahtera (ex-Beras Raskin) bantuan dari pemerintah. 

Kemampuan ekonominya terbatas untuk membeli beras di pasar. Sehingga, Raskin menjadi satu-satunya pilihan untuk memenuhi kebutuhan hari-hari. Dia berharap, penyaluran distribusi beras sejahtera dilakukan lebih dini. Pasalnya, untuk membeli beras dengan kondisi saat ini sangat memberatkan. KLIK JUGA: Beras Langka Picu Kenaikan Harga, Pedagang Keluhkan Penjualan Turun

"Semoga cepat disalurkan buat bulan ini. Karena kalau membeli dengan harga sekarang, mahal pak," ungkap dia. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0