17 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Faktor Cuaca Picu Harga Ikan Naik Rata-Rata Rp5 Ribu


Faktor Cuaca Picu Harga Ikan Naik Rata-Rata Rp5 Ribu
Mardiah sedang menyiapkan ikan untuk dijual, Sabtu, 13 Januari 2018. (ILHAM/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Harga ikan laut di sejumlah pasar tradisional di Kota Bontang, Kalimantan Timur, terus merangkak naik seiring merosotnya jumlah pasokan ikan sejak awal Januari 2018 lalu.

Nelayan yang menjadi pemasok ikan utama kepada pedagang-pedagang di pasar tak bisa turun melaut lantaran cuaca buruk dan ombak besar. "Cuaca buruk, ombak tinggi disertai angin kencang. Kami tidak berani melaut karena menyangkut keselamatan kami," ujar Basri, salah satu nelayan tradisional di Bontang kepada KLIKBONTANG.COM, Sabtu, 13 Januari 2018.

Akibat cuaca buruk, stok ikan di pasaran pun sedikit. Ini menjadi salah satu pemicu kenaikan harga sejumlah jenis ikan. Rata-rata kenaikannya mencapai Rp5 ribu.

Ikan baronang misalnya. Semula Rp 40 ribu per kilogram, kini naik jadi Rp45 ribu per kilogram. Pun ikan tambak, semula Rp25 ribu, kini jadi Rp30 ribu per kilogram.
perkilo

"Ikan mangalala juga naik Mas, naiknya malah Rp10 ribu, sekarang Rp40 ribu sekilo. Ikan ini paling laris," ungkap Mardiah, penjual ikan di Pasar Rawa Indah.

Dia pun tak bisa memprediksi waktu normalnya harga ikan di Kota Taman--sebutan Kota Bontanf. Semuanya tergantung cuaca di laut yang menjadi faktor utama membuat nelayan bisa kembali melaut menangkap ikan secara maksimal.

Sejatinya, sektor perikanan memiliki potensi yang besar di Kota Bontang. Ini dipertegas dengan luas perairan Kota Taman mencapai 349,77 kilometer per segi.

Meminjam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim 2014, Kota Bontang, Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Kaltim. Data tersebut, diambil oleh BPS dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim.

Secara kuantitas, produksi perikanan di Bontang hanya sekitar 15.830,2 ton. Produksi tersebut diperoleh dari perikanan laut mencapai 15.762,6 ton serta perikanan darat yang meliputi tambak (15,3 ton), kolam (38,3 ton), serta karamba (14,0) ton. Sementara produksi ikan dari sawah, budidaya pantai/laut, dan perairan umum nihil alias 0 ton.

Kendati demikian, jumlah produksi perikanan di Bontang tersebut masih kalah dengan beberapa kabupaten lainnya di Kaltim. Sebut saja seperti Kutai Kartanegara (Kukar) yang mampu memproduksi 120.686,1 ton ikan, Paser dengan 20.732,9 ton, serta Berau yang juga mampu memproduksi ikan mencapai 18.567,2 ton.

Meskipun secara kuantitas, jumlah produksinya berada di urutan keempat, namun nilai produksi perikanan Bontang tergolong tinggi. Bayangkan, selama 2014, nilai produksi perikanan Bontang mencapai Rp626,9 miliar. Nilai produksi tersebut hanya kalah dari Kutai Kartanegara (Kukar) yang mencapai Rp2,76 triliun

Berdasarkan data, nilai produksi perikanan itu berasal dari, perikanan laut dan darat. Di mana, nilai produksi terbanyak berasal dari perikanan laut yang mencapai Rp 622,2 miliar. Tingginya nilai produksi itu membuktikan jika harga ikan di Kota Taman lumayan tinggi. (*)

Reporter : Ilham Abdullah    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0