23 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

45 Tumpeng Ramaikan Genduren Akbar Warga Kediri di Bontang


45 Tumpeng Ramaikan Genduren Akbar Warga Kediri di Bontang
Dari Kiri ke kanan; Suyono, Ketua PWKKB bersama perwakilan anggota DPRD Kota Bontang Sudiyo, Agus Suhadi dan Arif saat memotong tumpeng sebagai tanda dimulainya Genduren Akbar di Lapangan Parikesit, Ahad, 14 Januari 2018. (DARWIN/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Sebanyak 45 tumpeng disiapkan Paguyuban Warga Kediri Kota Bontang (PWKKB) pada acara Genduren Akbar di Lapangan Parikesit Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Minggu, 14 Januari 2017.

Genduren berasal dari kata Gendo-gendo rasa, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya adalah cerita atau bisa dibilang curhat.

Ketua PWKKB, Suyono menerangkan acara ini merupakan syukuran warga kediri yang ada di Kota Bontang kepada Allah SWT atas kesehatan yang baik, rezeki melimpah serta keamanan Kota Taman yang terus terkendali.

"Tumpeng berasal dari warga kediri yang ada di Kota Bontang. Total ada 45 tumpeng sesuai dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Inilah bukti rasa syukur kami," kata Iptu Suyono yang juga menjabat sebagai Kasubag Humas Polres Bontang.

Helatan Genduren Akbar ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dari anggota PWKKB. Dengan harapan, di tahun 2018 Kota Bontang tetap dalam kondisi Tertib, Agamais, Mandiri, Aman dan Nyaman sesuai slogannya sebagai Kota Taman.

Suyono mengatakan seluruh paguyuban yang ada dibawah Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) Kota Bontang juga turut dilibatkan dalam pelaksanaannya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan kedatangan warga kediri yang ada di Samarinda, Kutai Timur, Tenggarong dan Balikpapan sebagai ajang silaturahim. Acara dilanjutkan dengan jalan santai disertai pembagian kupon doorprize. Berbagai hadiah menarik disiapkan panitia atas dukungan beberapa perusahaan yang ada di Kota Bontang.

Puncak acara adalah genduren atau dalam bahasa jawa timur berarti syukuran serta hiburan berupa penampilan artis dangdut Andra Kharisma. "Tumpeng disantap bersama-sama warga yang hadir usai jalan santai. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dalam melakukan berbagai aktifitas sehari-hari," harapnya.

Dikatakan Suyono, saat ini jumlah warga kediri yang berdomisili di Kota Bontang ada sekitar 2.400 jiwa. Ini yang sudah terdaftar dipaguyuban, diluar itu masih banyak yang belum terdata.

Rangkaian kegiatan sebenarnya sudah sejak oktober 2017 lalu. Kegiatan berupa temu warga paguyuban kediri sebagai bentuk silaturahim. Agenda rutinnya adalah lingsir wengi atau pertemuan di malam hari yang kerap dilakukan dengan mendatangi rumah anggota paguyuban secara bergiliran.

"Rencananya, april nanti PWKKB akan menggelar ketoprak humor bekerja sama dengan PT Kaltim Methanol Industri (KMI)," ujarnya.

Dia menjelaskan anggota paguyuban ingin belajar tentang kesenian ini. Untuk itu, PWKKB akan berupaya melaksanakan sekaligus melestarikannya. Karena keterbatasan kemampuan, PWKKB berencana melibatkan aktor ketoprak skala nasional sebagai mentor atau pembina untuk kesenian ini.

Suyono berkomitmen bersama PWKKB akan menjadikan agenda rutin pelaksanaan genduren yang menjadi rasa syukur sebagai Warga Negara Indonesia sehingga dapat hidup rukun, tenang dan aman di Kota Bontang. (*)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0