23 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mahasiswi Farmasi di Makassar Bisnis Prostitusi Online, Segini Tarifnya


Mahasiswi Farmasi di Makassar Bisnis Prostitusi Online, Segini Tarifnya

KLIKBONTANG.COM - Silvana Cicilia (23), seorang mahasiswi juusan Farmasi dari universitas di Makassar, Sulawesi Selatan ditangkap karena diduga menjadi pelaku penipuan online, Senin (15/1/2018).

Silvana Cicilia ditangkap di Jl Buntu Manuruki, BTN Tabaria kota Makassar. Sementara Koko ditangkap di Jl Amirullah Bundar, Kota Makassar, pada 12 Januari lalu. Koko berperan menawarkan layanan seks komersial tersebut di akun media sosial (Medsos) seperti di Twitter dan Whats App (WA).

Silvana terbukti melakukan penipuan berkedok prostitusi melalui media sosial, yakni Twitter dan WhatsApp. Ia menipu pelanggan dengan iming-iming jasa layanan seks komersial.

Tarif yang ditawarkan adalah Rp 1 juta untuk waktu pendek dan Rp 3 juta untuk waktu panjang. Uang harus dibayarkan di muka melalui transfer ke rekening lalu ditinggal kabur. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan praktik dilakukan dengan membuka booking out lewat akun di media sosial. Sejak jalankan aksi tipunya tahun 2016 lalu, sudah ada puluhan orang yang menjadi korban.

Akun tersebut menampilkan foto perempuan berpakaian minim dengan wajah sedikit blur serta sejumlah keterangan yakni profil fisik lady escort. Untuk memudahkan pelanggan disertakan kontak WhatsAap (WA) untuk melakukan percakapan baik melalui Twitter atau WA untuk informasi tarif.

Polisi yang mengetahui hal inipun menyamar sebagai calon pelanggan. Korps Bhayangkara ini menemukan informasi jasa layanan seksual tarif Rp1 juta untuk short time (waktu pendek) dan Rp3 juta untuk long time (waktu panjang).

Namun sebelumnya calon pelanggan harus terlebih dahulu membayar uang muka via transfer agar dilanjutkan ke tahap selanjutnya. "Pelaku oknum mahasiswi ini perannya itu terima telepon dari korbannya," kata Dicky saat merilis kasus itu di Mapolda Sulsel, Makassar, Senin (15/1/2018).

Petugas yang menyamar selanjutnya, lanjut Dicky, mentransfer Rp1 juta ke rekening pelaku sebagai uang muka, namun setelah itu, komunikasi putus dan tidak bisa dihubungi.

Karena sudah terlacak dengan alat khusus petugas akhirnya menemukan pelaku di dua daerah yakni Manuruki dan Mamajang lalu ditangkap pada Jumat lalu.

"Kedua pelaku dikenakan pasal 28 ayat 1 jo pasal 45A ayat 1 Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik atau ITE dan pasal 4 ayat 2 jo pasal 30 Undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi," ucapnya kepada wartawan.

Sementara pelaku Koko mengakui perbuatannya dijalankan sejak 2016 dan berhasil mendapatkan uang Rp6 juta lebih, selanjutnya dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya tertangkap petugas.

"Biasanya kalau sudah transaksi, kontak langsung saya putus. Dua bulan kemudian diaktifkan lagi, dan ini terus berlanjut sampai akhirnya kami ditangkap," beber dia dengan muka ditutupi masker saat rilis tersebut.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari kedua pelaku berupa 3 handphone, 1 laptop, buku rekening dan uang ratusan juta rupiah, sisa transaksi para korbannya.

"Kami baru dapat nama itu bahwa benar ada dalam daftar mahasiswi Unhas, hanya saja kami belum bertemu langsung dengan mahasiswi yang saat ini sudah berstatus tahanan Polda Sulsel itu," tutur Ishaq Rahman, kepala Humas Unhas saat dikonfirmasi, Senin (15/1/2018).

Kalau benar Silvana yang ada di daftar mahasiswa Unhas itulah yang ditangkap polisi, kata Ishaq, maka pihaknya menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Dalam catatan kami, mahasiswi ini sudah lama menjalankan studinya yakni sejak tahun 2016 lalu. Harusnya dia selesai tahun 2017 berhubung Program Profesi Apotekernya itu hanya setahun atau dua semester," kata Ishaq Rahman.

Batas studi yang ditolerir, tambah kepala Humas Unhas ini, adalah empat semester yang artinya Agustus 2018 nanti dia sudah harus selesai.

"Tapi dengan kasus ini pasti akan mempengaruhi evaluasi kelanjutan studinya," ujarnya. (*)

Reporter : Dwipradipta | Berbagai Sumber    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0