23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Stok Vaksin Difteri Kosong, Pusat Janji Kirim ke Kaltim


Stok Vaksin Difteri Kosong, Pusat Janji Kirim ke Kaltim
Petugas kesehatan menyuntikan Difteri Tetanus (DT) kepada seorang pelajar SD ketika proses imunisasi DT.

KLIKBONTANG.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui adanya kekosongan vaksin difteri karena tingginya permintaan vaksin dari daerah terutama daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB).

Stok yang ada disebutkan hanya untuk kebutuhan imunisasi. Kasubdit Survaillence Kemenkes dr Nancy memastikan pada pekan depan kebutuhan vaksin difteri untuk Kalimantan Timur (Kaltim) akan dikirim.

Balikpapan dan Samarinda sebelumnya masuk sebagai KLB difteri. ”Kami dari Kemenkes lagi ada bidding lagi pengadaan vaksin. Insya Allah minggu depan vaksin akan kami distribusikan ke daerah-daerah,” ungkapnya dalam rapat koordinasi terkait difteri di Hotal Royal Suite Balikpapan, Selasa (16/1/2018).

Nancy menyampaikan kunci pencegahan difteri adalah melakukan vaksinasi dan mengikuti pola hidup sehat. Lalu, jika batuk dan pilek biasakan mengenakan masker.

“Juga biasakan mencuci tangan. Bagi bayi lengkapi imunisasi bisa ke puskesmas atau praktek mandiri. Di sekolah, kalau ada imunisasi anak-anak harus ikut karena pencegahan difteri memberikan kekebalan pada anak-anak melalui imunisasi,” tandasnya.

Gubernur Kaltim Awang Faroek menyangkal adanya isu vaksin difteri mengandung zat yang tidak halal. "Saya klarifikasi, tidak ada unsur non-halal dalam vaksin. Saya dengar itu, seolah-olah ada unsur dari babi. Kabar itu tidak benar," tegasnya.

Awang juga mengingatkan masyarakat agar menyelamatkan keluarga terutama anak-anak di bawah 5 tahun dari bahaya difteri. Imunisasi harus dilakukan, terutama untuk anak-anak. Dia mengaku sebelumnya dirinya mendengar keluhan jamaah umrah Arab Saudi yang tak mau divaksinasi karena adanya isu kehalalan yang berkembang luas. KLIK JUGA: Balikpapan Kekurangan 30 Ribu Vaksin Difteri

Dari 10 kabupaten kota di Kaltim, baru Balikpapan dan Samarinda yang menetapkan status KLB. "Dua kota itu memang paling banyak suspect difteri, kalau Kaltim belum KLB. Nanti yang KLB dapat perhatian khusus termasuk dari Kementerian Kesehatan," tambah Awang. (*)

Reporter : Aysah Idris    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0