23 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hadapi Pilgub, Polres Bontang Bentuk Tim Khusus


Hadapi Pilgub, Polres Bontang Bentuk Tim Khusus

KLIKBONTANG.COM - Polres Bontang telah membentuk tim khusus dan membuat posko operasi untuk menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur. Tim khusus ini berkekuatan 10 personel dengan 10 unit motor jenis triil dilengkapi rompi anti peluru bagi setiap personel serta bersenjatakan laras panjang.

"Kami juga membuat posko operasi, mempersiapkan personel pengamanan dan peralatan yang akan digunakan guna menunjang kelancaran dan suksesnya Pilgub," ujar Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono diwakili Waka Polres Bontang Kompol Eko Alamsyah didampingi Kasat Sabhara, Kasi Was, Kasi Propam, Kasubbag Sarpras dan Kasubbag Humas saat mengecek motor untuk digunakan di Operasi Mantap Praja Mahakam 2018, Selasa lalu lewat siaran persnya.

Tim Khusus ini kata dia, selain bertugas sebagai pengurai massa saat terjadi kerusuhan juga bertugas mengantisipasi segala bentuk tindak kejahatan dan gangguan Kamtibmas lain yang perlu penanganan khusus. Seperti aksi teror, perampokan ataupun tindakan yang mengarah menggagalkan kelangsungan pilkada.

Orang nomor dua di jajaran Polres Bontang ini juga mengajak seluruh warga masyarakat Kota Bontang untuk bersama-sama Polri memelihara keamanan dan ketertiban demi kelancaran pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

"Waspadai, berita-berita yang bersipat profokatif melalui Media Sosial, jangan mudah percaya dengan informasi yang berkembang di dunia maya bila perlu konfirmasi dulu kepada sumber-sumber yang dapat dipercaya atau kepada Polri melalui Call Center 110, imbuhnya.

IMBAU MASYARAKAT TAK MUDAH TERPROVOKASI

KAPOLRES Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasubbag Humas, Iptu Suyono mengajak seluruh tokoh termasuk para pemuka masyarakat ikut memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Iptu Suyono berujar para tokoh itu memiliki peran sentral dan membawa pengaruh signifikan dalam terciptanya Kamtibmas kondusif. oleh sebab itu, Iptu Suyono mengharapkan dukungan dari para ulama, pendeta, romo mangku dan tokoh berpengaruh lainnya untuk bersama–sama menjaga kondusifitas.

Apalagi menjelang Pilkada 2018, dinamika politik semakin berkembang dalam kaitannya dengan menarik simpati publik. Untuk itu persatuan dan nilai-nilai toleransi perlu dipupuk.

Di tahun politik dan menjelang Pilgub 2018, ini kata Suyono, masyarakat diminta tak mudah terprovokasi berita yang belum tentu kebenarannya. Meskipun beda pilihan tetap saling menghormati dan guyup rukun.

"Jangan sampai terpecah belah. Polri bertekad memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat,” ucap Suyono.

Selain itu, Iptu Suyono juga meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan adanya berita-berita yang ada di dunia maya apalagi yang bersipat provokatif, SARA, pornografi, fitnah dan ujaran kebencian. Tidak hanya yang membuat berita yang dapat dijerat hukum tetapi yang ikut menyebarkanpun dapat diproses hukum dengan Undang-Undang ITE.

“Jangan mudah percaya dan tergiur dengan iming-iming sesuatu, apalagi yang sifatnya instan. Laporkan dan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak kepolisian," pesan Suyono. (*)

Reporter : Said NR    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0