23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

64 Calhaj Bontang Tertipu Rp39 M, Bos Travel Haji Dipolisikan


64 Calhaj Bontang Tertipu Rp39 M, Bos Travel Haji Dipolisikan
Muhammad Masud ketua perkumpulan calon jamaan haji H2O yang ditemui Klikbontang, Jumat, 19 Januari 2017 siang. (ALPIANA/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Sebanyak 64 orang calon jemaah haji sudah tak tahan dengan janji manis yang diumbar para pengurus Travel PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O), mereka resmi melaporkannya ke Polres Bontang.

Hal ini terkuak saat para calon jemaah menghadiri mediasi yang difasilitasi Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, Kamis (7/12/2017) silam. Para pengurus mengaku jika mereka sudah melaporkan aduan penipuan ini ke Polres Bontang. Aduan ini tertuang dalm surat bukti tanda lapor nomor STBL/127/XII/2017/KALTIM/POLRES BONTANG.

Md, Direktur PT. Hidayah Hasyid Oetama (H2O) dilaporkan 6 Desember 2017 telah di proses pihak kepolisian Polres Bontang dan pengakuan terakhir dari pelapor, Md sudah dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan oleh Polres Bontang.

Tersangka memulai aksinya sejak 2012 lalu dan berhasil memperoleh keuntungan sebesar Rp 39,865 Miliar. Dengan iming-iming harga promo yang terhitung sangat fantastis berhasil memikat puluhan warga.

Harga dipatok mulai 50 sampai 60 juta per orang dan Rp100 hingga Rp110 untuk dua jemaah, harga termasuk promo haji plus. Setelah lunas para korban diberi tenggat waktu dua tahun langsung berangkat.

Lambat laun warga yang mendaftar di 2012 dengan keberangkatan tahun 2014 tak kunjung diberangkatkan, malah dijanji uang akan dikembalikan setelah 120 hari kerja. Berlanjut keberangkatan 2016 pun tidak mendapat kepastian sehingga membuat para calon jemaah merasa resah dan curiga terhadap Md yang tak lain Direktur travel H2O.

"Awalnya kami sudah curiga Mba, hingga akhirnya kami memutuskan membuat satu perkumpulan calon jemaah, untuk memusyawarakan apakah hal ini akan di bawah ke rana hukum atau tidak," ungkap Muhammad Masud ketua perkumpulan calon jamaan haji H2O yang ditemui Klikbontang, Jumat, 19 Januari 2017 siang.

Ternyata semua sepakat untuk menindak lanjuti dengan melibatkan ranah hukum, atas pertimbangan agar kedepannya tidak ada lagi korban. Dan masyarakat lebih berhati-hati.

“Kami minta Md segera temui jemaah di Bontang. Kami tidak mau dijanji-janji hanya dari Jakarta. Kami sudah bosan dibohongi terus,” ujarnya.

Terpisah, Ali Mustofa Kepala Bidang haji dan umroh Kementerian Agama (Kemenag) Bontang pun membenarkan hal tersebut. Bahkan, travel H2O merupakan travel ilegal alias tanpa izin. Hal ini dapat dilihat dari belum terdaftarnya izin haji di Kemenag Bontang dan di Direktorat Jenderal (Dirjen) Haji Jakarta.

“Jadi yang di Bontang ini merupakan cabang dari H2O Jakarta. Kalau memang cabang, seharusnya ada surat penunjukkan dari pusat," tegasnya

Pihak Kemenag pun telah melakukan monitoring ke lapangan untuk mendata dan menemui pimpinan ataupun pengurus travel, termasuk H2O. Hanya saja, ketika akan dikunjungi selalu saja tidak pernah bertemu. "Seperti main-kucing-kucingan saja kami ini," akunya.

Saat ini kata Ali, jumlah biro travel yang sudah memiliki izin di Kementrian Agama ada 9 travel. Ali berharap, semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi jemaah lainnya sehingga tidak mudah tertipu dengan bujuk rayu biro-biro travel yang belum jelas legalitasnya.

"Kami juga berharap, biro-biro travel lainnya yang belum terdaftar di Kemenag bisa segera mengurus izinya sehingga pemberangkatan hajinya tidak ilegal,” tandasnya.

Atas kejadian ini, pihaknya telah melakukan evaluasi dan akan meminta laporan secara tertulis kepada setiap travel haji plus di Bontang terkait berapa jumlah calon jamaah yang akan diberangkatkan setiap tahunya.

"Laporan ini untuk bahan kami melaporkan ke Kanwil dan Kemenag pusat. Intinya jangan sampai ada jamaah yang tidak diketahui keberangkatanya. Bagaimanapun Kemenag punya tangung jawab moral untuk memantau dan mengawasi jalanya ibadah haji warga Bontang," tukasnya. (*)

Reporter : Alpiana    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0