23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Vaksin Difteri Halal atau Haram, Ini Penjelasan MUI Bontang


Vaksin Difteri Halal atau Haram, Ini Penjelasan MUI Bontang
Ketua MUI Bontang, Imam Hambali saat ditemui klikbontang, Jumat, 19 Januari 2018.

KLIKBONTANG.COM - Rupanya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang belum menerima keterangan resmi dari MUI pusat terkait kehalalan vaksin difteri.

"Kami belum ada mendapat informasi dari MUI pusat terkait imbauan vaksin difteri serta kehalalannya," ujar Ketua MUI Bontang, Imam Hambali ditemui Klikbontang di kediamannya, Jum'at, 19 Januari 2017.

Dia mengatakan MUI pusat juga belum memberikan instruksi khusus mulai dari imbauan, pendampingan serta sosialisasi tentang kehalalan bahan vaksin. Belum adanya surat terusan dari MUI pusat terkait difteri, membuat MUI Bontang tidak dapat memberi keterangan detil tentang bahan vaksin. Surat pemberitahuan saja belum diterima olehnya, apalagi kehalalan bahan vaksin yang dikatakan sebagai pencegah penularannya.

Meski begitu, Hambali berucap agama Islam memberi anjuran untuk mengobati penyakit yang diderita umatnya. Untuk itu, diperlukan metode penyembuhan dan pengobatan yang tepat untuk menanganinya. Walaupun obat dan metode penyembuhan merupakan wasilah atau perantara dari Allah kepada mahluknya. Berperan memberi kesembuhan atas penyakit yang dideritanya.

Bahkan, dalam kondisi darurat atau terpaksa dan tidak ada lagi obat yang mampu mengatasinya kecuali dengan menggunakan obat itu, lanjut Hambali, walaupun masuk kategori najis, haram, dilarang atau tidak boleh hukumnya menjadi halal.

Kendati demikian, jika keadaan penderita itu tidak berat atau parah, maka tidak boleh menggunakan obat-obatan yang masih dipertanyakan kehalalannya.

Hambali berkeyakinan jika Allah SWT tidak menghendaki penularan sebuah penyakit maka tidak akan menjangkit orang lain disekitarnya. Walaupun orang tersebut rentan untuk tertular.

"Semua atas kehendak Allah SWT. Penularan dan kesembuhan datangnya dari Allah, kita hanya perlu bersabar," imbaunya. (*)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0