23 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rasulullah Ajarkan Makan dari Pinggir? Ini Rahasianya


Rasulullah Ajarkan Makan dari Pinggir? Ini Rahasianya
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.COM - Rasulullah Muhammad SAW merupakan panutan bagi umat Islam. Segala perbuatan, perkataan, dan sikap Rasulullah merupakan rujukan bagi manusia dalam menjalani hidup.

Tidak hanya soal ibadah. Rasulullah juga mengajarkan mengenai adab dalam berperilaku, termasuk soal makan. Salah satunya adalah memulai makan dari pinggir wadah. Anjuran ini tertuang dalam beberapa hadis, salah satunya riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Dari Abdullah bin Busrin RA, dia mengatakan, "Nabi mempunyai wadah besar yang disebut al-gharra, yang dibawa oleh empat orang. Ketika mereka pada pagi hari, mereka disuguhi wadah besar itu -yang telah berisi bubur- dan mereka berkumpul mengelilingi wadah tersebut. Jumlah mereka bertambah banyak, Rasulullah sampai duduk berlutut. Aetelah itu seorang badui berkata, 'Duduk macam apa itu?' Nabi menjawab, " Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku hamba yang mulia, dan Dia tidak menjadikan aku seperti hamba yang sombong lagi kasar.’ Selanjutnya Nabi bersabda, 'Makanlah dari tepi wadah dan jangan mengambil dari tengahnya, tentu bakal diberikan berkah padanya'."

Dalam ajaran makan dari pinggir terkandung manfaat, keberkahan akan didapat ketika seseorang makan sudah pada bagian tengah santapan. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda,

"Berkah itu turun pada penggalan tengah santapan, karenanya makanlah dari tepi wadah santapan tersebut dan juga pula jangan mengambil dari tengahnya."

Tidak cuma memulai makan dari pinggir piring, tampaknya ada sebagian adab makan lagi yang berbuah pahala apabila di jalani. Yakni senantiasa mengawali dengan membaca basmalah dan juga pula mengakhirinya dengan mengucapkan hamdalah.

Dari umar bin abi salamah, dia menggambarkan, Rasulullah saw pernah bersabda, “Bacalah nama allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan juga pula makanlah santapan yang ada di dekatmu. ”(muttafaqun alaih)

Suatu hari di waktu dhuha, beliau mengundang sebagian sahabat untuk makan bersama di rumahnya. Kemudian ketika mereka sudah datang dan berkumpul mengelilingi tempat makan, beliau bersabda : Makanlah kalian dari sekelilingnya dan biarkanlah atasnya, maka makanan ini akan diberkahi.” (Al-Hadis).

“Dari sekelilingnya”, maksudnya adalah dari pinggirnya.” Dan biarkanlah atasnya,” yaitu bagian tengah-tengahnya. Karena dalam riwayat lain disebutkan bahwa barakah Allah turn di tengah-tengah makanan. Jadi, Nabi menyuruh mereka agar membiarkannya dan memakannya nanti pada saat-saat terakhir makan.

Meskipun dalam hadis ini dan dalam hadis-hadis yang lain, tidak disebutkan secara spesifik bahwa Nabi SAW. melakukan hal ini, tetapi diyakini beliau pasti juga melakukan apa yang beliau perintahkan ini.

Namun demikian, para ulama memberikan sedikit pengecualian apabila jenis makanan yang dihidangkan bermacam-macam. Misalnya, tersediah beraneka macam buah-buahan atau berbagai jenis kue dan roti.

Dalam hal ini, sekiranya seseorang ingin mengambil jenis makanan tertentu yang tidak terletak persis di dekatnya atau  didepannya, maka ia boleh mengambinya meskipun tempatnya agak jauh. Termasuk juga pada masa kita sekarang, di mana sering kita saksikan dalm berbagai acara pernikahan atau yang semacamnya yang menyediahkan banyak sekali makanan dan minuman beraneka macam, dari makanan berat hingga makanan ringan.

Dan dari minuman dingin hingga minuman hangat. Dalam hal ini, sekiranya kita termasuk yang hadir di sana, tidak mengapa jika mengambil makanan yang lebih jauh, selama itu semua dilakukan dengan menjaga adab. (*)

Reporter : Omar N | Berbagai Sumber    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0