18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Aburizal Bakrie dan Hary Tanoesoedibjo Bersaing di Bandara Perintis Bontang


Aburizal Bakrie dan Hary Tanoesoedibjo Bersaing di Bandara Perintis Bontang
(Foto: Ilustrasi)

KLIKBONTANG - Bandar udara perintis Bontang di Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, disebut-sebut menarik minat dua investor raksasa Tanah Air. Mereka adalah Bakrie Group dan Media Nusantara Citra atau akrab dikenal dengan MNC Group. Kabar ini diungkapkan Maksi Dwiyanto, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bontang, beberapa waktu lalu.

Kepada klikbontang, Maksi menjelaskan, dua konglomerat itu memang berminat menanamkan investasinya di Kota Taman. Terutama untuk membangun bandara perintis di Nyerakat Kiri. Namun begitu, Maksi menguraikan, saat ini belum ada deal yang clear antara Pemkot Bontang dengan investor manapun. "Saat ini semua masih dalam proses. Lihat saja perkembangannya nanti," katanya.

Maksi menyanggah, kabar kaburnya investor dari Bontang karena ketiadaan infrastruktur --listrik, air, dan jalan-- yang memadai tidak sepenuhnya benar. Sebab, pembahasan lebih lanjut apakah infrastruktur itu dibangun pemkot atau investor yang bersangkutan, masih dilakukan.

Apalagi, dalam rencana pembangunan bandara perintis ini, digunakan skema investasi dengan melibatkan pihak ketiga. Nah, apakah skema investasi itu termasuk membangun infrastruktur atau tidak oleh investor? Inilah yang masih dirumuskan. "Nanti dilihat sejauh mana peran dan tanggung jawab masing-masing. Setelah itu baru bisa melakukan pembangunan," jelasnya.

Dalam ulasan mncfinance.com, MNC Group melalui anak usahanya --PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA)-- memang bersiap memasuki lini bisnis pembangunan bandara. Tanpa merinci lebih lanjut, pembicaraan intensif dengan Pemkot Bontang kabarnya sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Di lansiran yang sama, IATA menegaskan pemkot sudah siap melakukan pembebasan lahan di area proyek bandara yang diklaim masih dirahasiakan. (*)

Reporter : Zaenul Fanani Umar    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0