20 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Gubernur Kaltim Tunjuk Bontang Jadi Kota Laik Anak


Gubernur Kaltim Tunjuk Bontang Jadi Kota Laik Anak
(Foto: Ilustrasi)

KLIKBONTANG - Kabar positif datang dari Pemprov Kaltim. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menunjuk Bontang sebagai pilot project kota laik anak. Buktinya, Senin (11/5/2015) pagi tadi, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Hardiana Muriyani, melakukan lawatan ke Kota Taman.

Kehadiran Hardiana dimaksudkan untuk melakukan evaluasi dan persiapan penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) kota laik anak. Pembahasan itu dikemukakan di ruang rapat utama Kantor Walikota Bontang, Jalan Moh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Dalam pemaparannya, Hardiana sempat menjelaskan mengenai sejumlah indikator kota laik anak. Disamping itu, Hardiana menyebut, Kaltim merupakan salahsatu dari sepuluh provinsi di Indonesia yang diberi mandat pemerintah pusat untuk mengembangkan kota laik anak.

“Saya minta keterlibatan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, Red.) di Bontang untuk mencapai KLA (kota laik anak, Red.) yang ditunjukkan dari rencana aksi daerah. Tidak perlu dibuat program baru, yang penting terintegrasi dengan rencana kerja SKPD terkait,“ jelasnya.

Hardiana menegaskan, keterlibatan SKPD dalam pemenuhan hak anak bisa dimasukkan ke dalam kerangka rencana pemkot dalam program prioritas lima tahun mendatang.

“Pelaksanaan rencana mencapai KLA tidak hanya bisa dilakukan oleh pemkot, tetapi juga pengusaha dan masyarakat. Peran aktif pemkot, pengusaha, dan masyarakat ini sangat penting dalam usaha memenuhi hak anak,” imbuhnya.

Selain itu, Dobi Rizami, Kepala BPPKB Bontang yang turut hadir dalam pertemuan itu, mengaku menyambut baik. Dobi meminta, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Bontang bisa memberikan kontribusi.

Dobi menambahkan, BPPKB juga meminta partisipasi setiap wakil SKPD untuk menginformasikan program-program yang secara tidak langsung memberikan pemenuhan hak anak sebagai data base. "Setidaknya, kita di Bontang harus bisa memberikan perlindungan dan hak kepada anak," ujarnya.

Sementara itu, dalam pertemuan ini juga dihadirkan fasilitator kota laik anak dari Jawa Tengah, Taufieq Uwaidha. Dalam kesempatan tersebut, Taufieq menjelaskan, kota laik anak adalah kewajiban dan tanggung jawab pemkot.

Makanya, kedatangan Taufieq ke Bontang juga serupa dengan Hardiana; menjelaskan pelbagai indikator penilaian yang nantinya akan dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Instansi itulah nanti yang akan datang dan memutuskan apakah Bontang sudah pantas menjadi kota laik anak atau tidak. (*)

Reporter : hms8    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0