23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bantah Dualisme, Hendra Siap Rangkul Kader Loyal Hanura


Bantah Dualisme, Hendra Siap Rangkul Kader Loyal Hanura
Ketua DPC Hanura Bontang, Hendra Wijaya (tengah).

KLIKBONTANG.COM - Isu perpecahan di internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menuai bantahan pengurus partai. Mereka memastikan, yang terjadi di internal partai sebatas perbedaan pandangan yang dinilai lumrah.

Ketua DPC Hanura Bontang, Hendra Wijaya menjelasan, kepengurusan di daerah tetap solid berada dalam garis kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO), sesuai dengan SK Menteri Hukum dan Ham (Menkumham).

Dia juga telah bertemu dengan tiga anggota DPRD dari partai Hanura Bontang yaitu Arif, Rusli, dan Yandri Dasa sebagai langkah awal dalam memimpin dan membesarkan partai.

"Soal masalah yang berkembang di DPP, DPD,  kita tidak ikut. Fokus yang ada di Bontang saja," jelas Hendra, kepada wartawan, Senin 12 Februari 2018, siang.

Dalam memimpin DPC, dia telah bertemu dengan para legislator Hanura, dan akan berlanjut pada konsolidasi dengan para kader partai. Diakui, perombakan pengurus di tubuh DPC menuai pandangan berbeda dari kader.

Bahkan kabar yang diterima, ada yang berencana pindah partai. Situasi itu tentu saja akan disikapi bijak oleh Ketua DPC baru. Dengan memberi pemahaman untuk menyatukan pandangan yang berbeda, agar bisa kembali membesarkan partai bersama.

"Makanya saya sampaikan, teman-teman yang telah berjuang dari awal itu, tetap ada di Hanura. Intinya, kami tetap akomodir semua kader. Namun, tentu saja, kembali pada keputusan mereka," ujarnya.

Tiga legislator Hanura di DPRD pun dipastikan bebas dari ancaman Pergantian Antar Waktu (PAW). Sebab, dari pegamatan dan informasi diterima, mereka telah bekerja dengan baik dalam membawa nama partai dan aspirasi masyarakat.

Arif, Ketua Fraksi Hanura Perjuangan memastikan loyal terhadap kepengurusan yang sesuai dengan SK Menkumham. Sebab, dengan partai itulah, mereka bisa duduk di legislatif. Dia pun berharap, loyalitas juga ditunjukan dua legislator Hanura lain, siapa pun pemimpinnya.

Rusli Legislator Hanura lain membenarkan, bahwa dualisme di internal partai, hanya sebatas isu. Sebab, jika dikatakan pecah, seharusnya ada kader partai yang keluar.

"Tapi sampai saat ini, belum terima informasi, bahwa ada kader yang jadi anggota partai lain. Artinya, sebatas beda pandangan, dan itu lumrah dalam partai politik," ujarnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Yandri Dasa, legislator Hanura lain. Dia siap berjuang bersama membesarkan partai di bawah kepemimpinan Ketua DPC baru.

"Kami juga akan follow up, dan coba satukan pandangan teman-teman yang saat ini belum sejalan," janjinya. (*)

Reporter : Imran Ibnu     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0