20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Nongkrong saat Malam, 9 Pelajar Langgar Perwali 19-21


Nongkrong saat Malam, 9 Pelajar Langgar Perwali 19-21
Ke-9 pelajar ini mengucapkan janji tak mengulang perbuatannya lagi melanggar Perwali 19-21 di Kantor Satpol PP Bontang, Selasa (13/2/2018) malam. (ZAENUL/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Hari Valentine kerap dijadikan kaula muda berbuat tidak senonoh. Sebab itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bekerja sama Satpol PP Bontang melakukan razia di beberapa tempat nongkrong Selasa (13/2/2018) malam.

Dari pantauan Klik Bontang, ada sekira 20 personel petugas Satpol PP Bontang terbagi dua tim menyisir tempat tongkrongan remaja, mulai dari Taman Tanjung Laut, lapangan Kampung Baru, hingga lapangan sepak bola HOP I.

Dari hasil patroli selama 2 jam dari Pukul 20.00 wita – 22.00 Wita, pihaknya mengamankan 9 pelajar terdiri dari 6 putri dan 3 putra di Jalan Jendral Soedirman, Kelurahan tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, tepatnya Taman Tanjung Laut. Mereka pun digelandang Kantor Satpol PP Bontang, Jalan Awang Long.

Sesampainya di sana, Disdikbud Bontang memberikan bimbingan dan mengucapkan ikrak agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. “Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi, apabila mengulangi kami siap diberi sanksi," ujar ke-9 orang ini dengan lantang yang dipimpin Kepala Seksi Kurikulum SD Disdikbud Bontang, Badi Krismanto.

Menurut Badi Krismanto pelajar yang terjaring tersebut memang tidak merayakan Valentine Day atau hari kasih saying. Namun, mereka mengaku sedang belajar menari, tapi mereka tidak bisa menunjukan surat tugas dari sekolah.

“Saat ditangkap mengaku sedang latihan dance di Taman Tanjung Laut. Seharusnya kalau memang mau latihan, bisa di rumah. Tidak di tempat umum seperti itu,” ungkap Badi saat ditemui usai memberikan pengarahan kepada para pelajar.

Para pelajar dianggap Badi sudah melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 8 tahun 2008 tentang wajib belajar (wajar) mulai pukul 19.00-21.00 Wita. Sehingga dia menekankan, di jam-jam tersebut pelajar dilarang beraktivitas di luar rumah tanpa ada alasan yang jelas.

“Jadi mereka melanggar Perwali tentang wajib belajar, setelah ini data dan laporan mereka akan kami ketik lalu kami kirim ke sekolah mereka,” ujar pria yang pernah menjabat Kepala Sekolah SLTPN 1 Bontang ini sambil menunjukkan surat keterangan yang dipegangnya.

 Badi menjelaskan jika pelajar tersebut terus melanggar Perwali ini hingga tiga kali, sesuai dengan sanksi Pemkot Bontang akan mencabut Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Selama ini yang sudah tertangkap tidak mengulangi lagi,” ujarnya. (adv)

Reporter : Zaenul Fanani    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0