23 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini 5 Butir Deklarasi Tolak Politik Uang dan Isu Sara Pilgub Kaltim


Ini 5 Butir Deklarasi Tolak Politik Uang dan Isu Sara Pilgub Kaltim
Salah satu perwakilan partai peserta pemilu menandatangani spanduk deklarasi disaksikan Basri Rase dan Agus Susanto, di Ballroom Hotel Sintuk, Rabu (14/2/2018). (FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang bersama elemen masyarakat lainnya lakukan deklarasi anti politik uang dan kampanye kotor yang mengumbar isu suku agama dan ras (Sara) di Ball Room Hotel Sintuk 14 Februari 2018 pagi.

Acara deklarasi dihadiri Wakil Walikota Bontang, Basri Rase, Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris, Kapolres, Dandim, partai politik, organisasi masyarakat, serta beberapa tokoh masyarakat yang turut diundang Bawaslu Bontang.

Ketua Bawaslu Bontang, Agus Susanto menuturkan, deklarasi diselenggarakan dengan tujuan menciptakan Pilkada yang aman tentram menghasilkan pemimpin yang berintegritas. "Jangan sampai Pilkada menjadi bencana kita," katanya.

Tema deklarasi yang diusung ialah Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara dalam Pilkada Kaltim 2018 yang Berintegritas. Mereka ini menyatakan:

1. Mengawal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dari praktik politik uang dan sara karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

2. Tidak menggunakan politik uang dan Sara senagai sarana meraih simpati pemilih karena mencederai integritas dan kedaulatan rakyat.

3. Mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdaskan program kerja dan bukan karena politik uang dan Sara.

4. Mendukung kerja-kerja pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan Sara yang dilakukan oleh lembaga pengawas pemilu.

5. Tidak akan melakukan intimidasi, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun juga yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran pitik uang dan Sara. (*)

KLIK JUGA: Jangan Tergiur Politik Uang, Sanksinya sampai Rp 1 Miliar

Reporter : Fanny    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0