23 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Raih 18 Suara, Dasuki Kembali Pimpin PGRI Bontang


Raih 18 Suara, Dasuki Kembali Pimpin PGRI Bontang
Suasana pemilihan Ketua PGRI Bontang di auditorium 3D Pemkot Bontang, Jalan Awang Long, Rabu (14/2/2018). (ZAENUL/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Dasuki kembali dipercaya menahkodai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang selama lima tahun ke depan, priode 2018 – 2023. Ini terwujud saat pemilihan yang dilakukan di Gedung Audotorium Bontang Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Barat Rabu 14 Februari.

Proses pemilihan ini sempat terjadi perdebatan, lantaran salah satu calon Ketua PGRI Bontang, M Yunus masuk dalam pengurus Golkar. Hal ini bertentangan dengan Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) lembaga ini. Sehingga meminta untuk Yunus agar dapat keluar dari kepartaian jika ingin lanjut mengikuti pemilihan itu.

Yunus pun memenuhi permintaan forum. Dirinya langsung menuliskan surat pernyataan keluar dari partai berlambang pohon beringin itu. Namun, pengunduran itu nampaknya belum juga dapat diterima pasalnya tidak mendengarkan langsung dari kepengurusan partai berwarna kuning itu.

Sehingga Yunus pun menelepon Ketua Harian DPD II Golkar Bontang, M Arham dan langsung didengarkan seluruh pemilih yang ada bahwa benar Yunus telah membicarakan pengundurannya itu secara lisan. “Jadi pemilihan ini dapat dilangsungkan yah,” ujar pemimipin sidang.

Usai dianggap cukup, pemungutan suara pun kembali dilangsungkan untuk memilih dua calon, Dasuki dan M Yunus. Proses voting pun berlangsung secara rahasia. Pemungutan dari 24 suara yang dituliskan dalam secarik kertas putih berstempel. Alhasil, 18 suara memilih petahana yaitu Dasuki. Sisanya 6 suara memilih M Yunus.

Dasuki yang merupakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang mengucapkan ke depannya dirinya akan memperjuangkan kesejahteraan para pengajar. Salah satunya pahlawan tanpa tanda jasa yang masih berstatus honorer di Bontang dapat berubah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Mendorong pemerintah mengangkat guru honorer menjadi PNS,” tegas pria yang pernah jabat Kepala Disdik Bontang ini.

Tidak hanya itu, pria berkacamata ini juga ingin meningkatkan kompetensi guru, yang kini dirasanya masih kurang. “Akan mengadakan program pelatihan kompetensi guru,” ujarnya.

Agar program yang ingin dijalankannya itu dapat berjalan maksimal, pastinya membutuhkan dana. Oleh sebab itu dirinya akan tegas dengan iuran per bulan yang telah disepakati seluruh anggotanya. “Jadi iuran sebulan itu Rp10 ribu, itu nantinya untuk biaya jalanin program,” ucapnya.

Terkait statusnya kini juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Paguyuban Tanah Jawi (Ikapakarti) Bontang, dirinya yakin dapat menjalankan semua amanah itu. “Tidak pengaruh kan pengurusnya beda,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih karena memercayaainya kembali sebagai Ketua PGRI Bontang selama lima tahun ke depan. Sedangkan bagi yang tidak memilihnya agar dapat bersama sama membangun organisasi ini. “terima kasih yang sudah memilih saya,” pungkasnya. (Adv)

Reporter : Zaenul Fanani    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0