21 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Alhamdulillah, Bontang Nikmati Saham Blok Mahakam


Alhamdulillah, Bontang Nikmati Saham Blok Mahakam
Neni Moerniaeni. (FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Ini angin segar bagi Kota Bontang, Kalimantan Timur. Alokasi saham dari pengelolaan Blok Mahakam atau Participating Interest (PI) sebesar 10 persen juga bakal dinikmati Kota Bontang. Sebab, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegaitan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) meminta Pemkot Bontang menyiapkan Badan usaha Milik Daerah (BUMD) untuk pengelolaan PI 10 persen tersebut.

“Pemkot Bontang disurati dari SKK Migas supaya menyiapkan BUMD untuk mengelola PI 10 persen di Blok Mahakam,” kata Walikota Bontang, Neni Moerniani usai mengunjungi Kabupaten Siak, Riau beberapa waktu lalu.

Walikota Neni menjelaskan, dua sumur di Bontang yakni di sekitar perairan Kadindingan dan Melahing sejak lama masuk dalam Blok East Kalimantan (Mahakam). Dari dua sumur tersebut, alokasi anggaran untuk daerah pengolah tiap tahun selalu disalurkan ke Bontang.

Hanya saja, selama ini jumlahnya tak besar. Mengingat kapasitas dan jumlah sumur minim, ketimbang di sumur Ulu Mahakam. Namun, dengan peralihan saham dari Konsorsium PT Total E&P Indonesia (TEPI) ke Pertamina memberikan porsi lebih bagi daerah penghasil, Kaltim, Kukar termasuk Bontang.

“Kita punya dua sumur di Kadindingan dan Melahing. Ini yang membuat Bontang termasuk daerah penghasil,” kata Neni.

Lebih lanjut, Pemkot Bontang sepakat menunjuk PT Bontang Migas Energi (BME) sebagai BUMD yang bakal terlibat dalam pengelolaan PI 10 persen Blok Mahakam nantinya. Saat ini, pihaknya masih mempelajari mekanisme pengelolaan Migas ke daerah yang lebih dulu mengelola Migas melalui BUMD mereka.

Salah satunya, dengan mengunjungi Kota Siak, di Provinsi Riau. Daerah ini menurut Neni, sejak lama memiliki BUMD yang khusus mengelola Migas. Dari pemaparan Pemda setempat, beberapa poin dikumpulkan untuk kemudian menjadi referensi dalam persiapan BME ke depanya.

Menurutnya, Pemkot Bontang bekerja maraton untuk menyiapkan seluruh kebutuhan dasar. Sebab, per 1 Oktober nantinya kontrak konsorsium Chevron berakhir. Kemudian pengelolaan beralih ke Pertamina dan mitra kerja swasta termasuk BUMD milik daerah.

Disinggung mengenai kuota saham yang akan dikelola Bontang. Neni mengaku belum mengetahui secara rinci. Namun, pembagian porsi tersebut akan disesuaikan dengan aturan dari Kementerian ESDM. Di dalamnya diatur untuk sumur di dalam radius 4 mil maka porsi untuk daerah 50 persen dan provinsi 50 persen.

“Kita usahakan cepat sesuai target. Insya Allah dimudahkan,” pungkas Neni. (*)

KLIK JUGA: Porsi 10 Persen Blok Mahakam untuk Kaltim dan Kukar Masih Alot
KLIK JUGA: Bontang Belajar Kelola Usaha Hulu Migas lewat BUMD ke Siak

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0