10 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kesal Kebun Nanasnya Dirusak, Orangutan Ditembaki


Kesal Kebun Nanasnya Dirusak, Orangutan Ditembaki
Para tersangka yang berhasil ditangkap. (SUKRIADI/KLIKSANGATTA)

KLIKBONTANG.COM - Aparat Polres Kutai Timur berhasil menangkap pelaku penembakan orangutan di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Pelaku yang kini merupakan tersangka berjumlah lima orang.

"Kita amankan lima orang yang diduga telah melakukan tindak pidana melukai satwa yang dilindungi. Penangkapan dilakukan Kamis (15/2) sekitar jam 3 sore," kata Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan saat konferensi pers kepada media, melansir KLIKSANGATTA, Sabtu (17/2/2018).

Kelima orang tersebut ialah Muis bin cebun (36); Andi Bin Hambali (37); anak di bawah umur usia 13 tahun; Rustan bin H. Nasir (37); dan H. Nasir bin Saka (54). Tiga dari lima pelaku merupakan satu keluarga yakni Nasir kakek, Andi menantu, dan seorang cucu dari Nasir.

Dari hasil penyelidikan, terungkap kronologis peristiwa yang berujung kematian tragis sang primata khas Indonesia tersebut. Bermula pada Sabtu (3/2/2018), tersangka Muis menemukan tanaman nanas pada kebunnya rusak. Disaat yang sama ia mendengar suara satwa orangutan dan melakukan pencarian. Tak jauh dari kebunnya, ia menemukan seekor orangutan di samping danau dan menembakkan senapan anginnya.

Mendapatkan perlawanan dari orangutan, Muis meminta bantuan pada Nasir dan cucunya lalu mengejar orangutan hingga ke danau dan kembali melakukan penembakan.

Datang pula tersangka lain, Rustam dan Andi yang mengetahui penembakan tersebut dan bergabung melakukan perburuan. Usai menembakkan puluhan peluru senapan, mereka meninggalkan lokasi dan orangutan yang masih dalam keadaan hidup.

Keesokan harinya, Minggu (4/2/2018), Nasir melaporkan keberadaan orangutan di belakang pondok kebun miliknya kepada petugas TNK. Kemudian, evakuasi orangutan baru berlangsung pada Senin (5/2/2018). Pascaevakuasi, orangutan langsung dibawa ke RS PKT Bontang untuk mendapatkan penanganan namun akhirnya tewas pada Selasa (6/2/2018).

Dalam kasus ini, Polres Kutim telah menyita 4 pucuk senapan angin yang digunakan para tersangka. Kelimanya kemudian disangkakan melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf A Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE Jo Pasal 55 KUHP.

Dalam pasal tersebut disebutkan larangan setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. (*)

KLIK JUGA: 5 Orang Pembunuh Orangutan di Kutim Dibekuk

Reporter : Sukriadi | Klik Sangatta    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0