21 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sungai di Bontang Masih Kotor, Warga Diminta Ikut Menjaga


Sungai di Bontang Masih Kotor, Warga Diminta Ikut Menjaga
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni memberi sambutan membuka Seminar Peduli Sampah dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2018 di auditorium 3D Bontang, Kamis (22/2/2018). (FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Pemkot Bontang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperingati Hari Peduli Sampah dengan membersihkan sungai di Kelurahan Api-Api dan Satimpo, Rabu (21/2/2018) lalu.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Seksi Mitra Pemanfaatan Sampah DLH Bontang, Lukmanul Hakim, perwakilan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bontang, finalis Duta Peduli Sampah beserta kepanitiaannya, warga Kelurahan Api-Api dan Satimpo.

Menurut Lukmanul Hakim, target pembersihan sungai yang membelah dua kelurahan ini sejatinya tak berair. Namun, saat hujan lebat sungai ini mendapat air kiriman dari hulu. Dengan kondisi ini bisa terlihat tumpukan sampah dan tumbuhan ilalang dan gulma lainnya. Ini menunjukan kepedulian masyarakat menjaga sungai masih kurang.

“Banyak sampah di sungai, kepedulian perlu ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, hari ini kita akan bergotong-royong membersihkannya, paling tidak timbunan sampahnya dapat terkurangi,” tutur Lukmannul Hakim.

Sosialisasi tersebut akan dilakukan selama 3 bulan dengan uraian kegiatan sosialisasi, pembersihan sungai, terumbu karang, jalanan, tiang listrik, pemanfaatan kompos untuk penghijauan dan lingkungan sehat di beberapa titik di Kota Bontang.

Lanjut Lukmanul, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi keliling Kota Bontang untuk mengimbau warga Bontang agar membuang sampah tepat waktu pada tempatnya. Sebab, petugas melakukan pengangkutan sampah 2 kali sehari pada pukul 05.00 Wita dan 13.00 Wita.

“Jadi, saya berharap warga dapat membuang sampah diwaktu yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan sampah,” harap Lukmanul Hakim.

Sementara Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menuturkan kepedulian terhadap sampah, memang harus diwujudkan. Jangan hanya sekadar slogan atau imbauan saja. Peduli sampah tidak hanya sebatas tanggung jawab petugas kebersihan atau biasa disebut pasukan kuning ini.

“Sampah memang masalah tapi bila ditangani dengan bijak tentu akan berdaya guna juga, jadi penanganan sampah ini perlu kesadaran kita semua elemen masyarakat, sehingga lingkungan kita bersih,” ujar Neni.

Neni berujar sesuai dengan Perpres 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga maupun berbagai kegiatan lainnya terkait sampah, warga dapat mengolah sampah untuk berbagai keperluan seperti sumber energi serta untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya, seperti sampah bisa disulap jadi berbagai aneka kerajinan.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat untuk kampanyekan "budaya bersih, cintai lingkungan, bersih dari sampah,” pinta Neni.

Sekadar informasi, sejak 2015, tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Selain memperingati Hari Peduli Sampah Sedunia, aksi ini juga digelar untuk memperingati tragedi TPA Leuwigajah di Bandung, tepatnya di tahun 2005. Dalam tragedi itu sebanyak 143 orang menjadi korban meninggal karena tertimbun sampah. (*)

Reporter : Omar NR    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0