12 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Profesi MUA Mendulang Uang dari Mempercantik Orang


Profesi MUA Mendulang Uang dari Mempercantik Orang
Ilustrasi Make Up Artist. FOTO/Istock

KLIKBONTANG.COM - Profesi sebagai makeup artist (MUA) sangat menjanjikan, baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan. Bayarannya tak main-main, bisa mencapai puluhan juta rupiah sekali rias. Karenanya banyak orang tertarik menggeluti profesi ini dan mengeluarkan banyak uang sekadar untuk kursus. 

Di kancah internasional, nama Sam Fine masuk sebagai salah satu MUA dengan bayaran tertinggi. Untuk sekali poles, jasanya dihargai lebih dari $3.500 atau sekitar Rp46 juta. Itu belum termasuk uang lembur dan biaya akomodasi. Jasa Fine biasa dipakai oleh super model Naomi Campbell, Tyra Banks, Vanessa Williams, Queen Latifah, dan Patti Labelle. 

Jajaran nama MUA lain yang disegani di dunia adalah Charlie Green. Ia terkenal dengan gaya rias imajinatif dan “mendobrak” aturan ketika melukis wajah. Green biasa menangani artis papan atas seperti Alicia Keys, Angelina Jolie, Celine Dion, Kelly Clarkson, Gwen Stefani, dan Paris Hilton. Setelahnya ada Pat McGrath yang dinobatkan Vogue Magazine sebagai MUA paling berpengaruh di dunia. McGrath juga merupakan “peramu” warna dan kualitas dari brand kosmetik Armani. 

Di dunia rias-merias dalam negeri, kita mengenal Dhirman Putra sebagai jajaran nama MUA idola. Sebagai MUA, membikin klien “cantik” tentu merupakan tugas utama. Tapi, yang berbeda dari Dhirman adalah tetap menonjolkan karakter asli sang klien, seperti yang terlihat dalam galeri instagramnya @dhirmanputra.

“Banyak MUA yang mengubah drastis wajah kliennya. Saya tidak mau, karena percaya setiap individu memiliki karakter unik, biar jadi ciri khas sendiri,” katanya kepada Tirto. 

Dhirman merupakan MUA yang menjadikan dunia tata rias sebagai mata pencaharian utama. Sekali berkarya, ia bisa mengantongi bayaran mulai dari Rp5 juta untuk acara biasa, hingga Rp 17 juta untuk pernikahan. Karena kepiawaiannya di dunia ini, Dhirman bisa hidup berkecukupan.

“Saya mulai merias dari nol. Benar-benar dari desa, di Kalimantan. Tapi berkat profesi ini, saya bisa membuat rumah untuk mama.”

Perjalanan hidupnya menjadi MUA profesional juga tak singkat. Selama 14 tahun ia bergelut dengan ratusan wajah orang. Kali pertama bekerja, Dirman dibayar sangat murah. Paling mahal, kata Dhirman, ia dibayar seharga Rp250 ribu pada 2007.

Yang menarik dari perjalanan kariernya, Dhirman ternyata tak pernah mengikuti les atau sekolah khusus tata rias. Kemampuan melukis wajah dipelajarinya secara otodidak, bahkan berawal dari ketidaksengajaan. Tadinya, pria asli Samarinda ini adalah fotografer yang terpaksa merias klien karena si perias tak datang saat pemotretan. Sejak itu Dhirman mulai menangani riasan untuk berbagai acara. Namun, jasanya paling hanya dipakai 2-3 kali dalam seminggu.

“Awalnya malu, karena laki-laki menjadi MUA masih tabu di Samarinda, biasanya yang di salon, kan, wanita.”

Ia sampai harus menitip pesan kepada klien untuk tak membeberkan jasanya ke orang lain. Aksi itu berlangsung hingga dua tahun. Namun, selama itu pula namanya justru makin terkenal, ia bahkan telah mampu menggaet klien setiap hari. Sejak itulah ia memutuskan tak lagi kucing-kucingan.

Di tahun 2009 kelihaiannya diuji ketika mengikuti kompetisi tata rias oleh salah satu brand kosmetik lokal ternama. Dhirman keluar sebagai pemenang mewakili Samarinda, berlanjut sebagai pemenang tingkat nasional dan menjadi utusan kompetisi serupa di Hong Kong. Dari negara itu, ia juga pulang membawa penghargaan.

Kiprahnya semakin moncer dan dipakai oleh banyak artis papan atas Indonesia. Misalnya Dewi Sandra, Melly Goeslaw, Titi DJ, Gita Gutawa, dan Hetty Koes Endang. Meski begitu, Dhirman berkisah masih saja merasa grogi saat harus merias seleb idolanya, Dewi Sandra.

“Saat itu tangan benar-benar gemetar pegang kuas. Untung Dewinya puas dengan hasil riasan saya,” ujarnya sambil tertawa.

Nama lain yang menggantungkan diri dari dunia tata rias sebagai penghasilan utama adalah Marlene Hariman. Jasa pemilik akun instagram @marlenehariman ini dihargai mulai dari Rp3,5 juta untuk acara biasa hingga Rp15 juta untuk jasa sekali merias pengantin.

“MUA emang bisa banget jadi profesi utama, asal kitanya tekun, ulet belajar, dan menempatkannya sebagai prioritas,” ujarnya.

Sama seperti Dhirman, awalnya Marlene juga tak pernah terpikir menjadikan MUA sebagai profesi. Bedanya, kepiawaian Marlene diasah pelatihan. Bakat meriasnya awalnya terdeteksi sang nenek, lalu Marlene memutuskan ikut sekolah rias selama satu tahun. Ia mengeluarkan modal banyak untuk mengasah kemampuan. Dalam setahun belajar, setidaknya ia sudah mengeluarkan Rp50 juta.

Setelah itu, perjalanan kariernya tak langsung mulus. Ia mulai dengan merias klien-klien di acara kecil. Pernah saking gugupnya, Marlene lupa bawa kotak makeup saat merias di pemotretan. Dari situ Marlene belajar untuk memprioritaskan dan mempersiapkan pekerjaannya sebaik mungkin. Hingga kini, ia sudah biasa menangani rias untuk banyak pesohor, misalnya Raisa, Nagita Slavina, Aliya Rajasa, Nadya Hutagalung, Ayu Dewi, Ashanti, dan Acha Septriasa. 

PENGHASILAN RATA-RATA MUA

Tak hanya MUA sekelas Dhirman dan Marlene yang dapat menggantungkan hidup dari profesinya. Hesti Ardhini (27) yang bertahun-tahun bekerja sebagai karyawan marketing properti, memutuskan berhenti bekerja empat tahun lalu. Ia memutuskan menjadi perias, karena profesi ini dirasakannya lebih menyenangkan dan sesuai minatnya. 

Sebelum benar-benar terjun sebagai profesional, Dhini—begitu ia kerap disapa—mengikuti beberapa kursus merias guna mengasah kemampuan.

“Modal awal untuk [membeli] alat makeup ada Rp20 jutaan, lalu kursus sekitar Rp35 juta,” akunya.

Setelah empat tahun berkarya, tarif yang semula hanya Rp75 ribu untuk rias acara biasa kini meningkat menjadi Rp550 ribu. Pendapatan khusus merias pengantin juga meningkat, dari semula Rp2 juta hingga kini mencapai Rp5 juta per orang. 

Naiknya permintaan atas jasanya juga tak luput dari promosi di akun instagram @dhinimakeup. Dalam seminggu, ia mengaku bisa mendapat 2-3 klien rias pengantin dan 5 kali rias biasa. Jika ditotalkan, setidaknya dalam seminggu Dhini bisa mengantongi Rp12 -17 juta. 

Karena pemasukan yang lumayan, profesi MUA juga kerapkali dijadikan sambilan. Yusron Amelia (25) melakoninya sejak ia masih kuliah. Karena hobinya mendapat apresiasi orang sekitar, pada 2014 Yayi membuka jasa rias untuk orang-orang terdekat. Kepada Tirto, ia mengaku waktu itu jasanya dibayar Rp110 per kepala. Pemasukannya relatif belum banyak, tapi untuk ukuran mahasiswa, jumlahnya lebih dari cukup sebagai "uang jajan" sehari-hari. Juga menambah modal untuk membeli alat makeup.

“Karena suka banget sama makeup, waktu itu enggak terlalu mikirin harga,” ujarnya.

Kini, profesi sebagai perias masih ditekuninya sebagai pekerjaan sampingan. Lewat akun instagram @ameliayyisproject, ia memasarkan jasa yang terbilang murah. Tarifnya masih berkisar Rp250 ribu per kepala untuk detail rias pesta. 

“Bisa ngantongin Rp1-2 juta hanya weekend saja. Bisa lebih banyak kalau lagi musim wisuda atau nikahan.”

Setelah membaca dan mengetahui pendapatan seorang perias, tidakkah Anda tertarik mencoba? (*)

Reporter : Tirto    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0