23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Miliki Poliklinik, Napi Lapas Bontang Malah Berobat ke Puskesmas


Miliki Poliklinik, Napi Lapas Bontang Malah Berobat ke Puskesmas
Warga tahanan Lapas Bontang bertugas memeriksa kesehatan di Poliklinik Lapas, Kamis (8/3/2018). Namun hanya sebatas memeriksa tekanan pasien saja. Foto: KLIKBONTANG/Zaenul

KLIKBONTANG.COM - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIIA Kota Bontang, Kalimantan Timur telah memiliki poliknik, namun sayangnya hingga kini pusat kesehatan tersebut belum memiliki tenaga medis.

Kalapas IIIA Bontang, Heru Suswanto mengungkapkan fasilitas kesehatan itu telah dibangun sejak November dengan masa kerja 60 hari, menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan yang dikucurkan melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Tapi belum ada tenaga medisnya ini,” ungkapnya.

Meski sudah memiliki bangunan yang telah dilengkapi beberapa fasilitas kesehatan ini, Lapas masih memeriksakan kesehatan warga binaan ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat. Padahal tenaga medis sangat diperlukan oleh pihaknya untuk memberi penanganan pertama bagi para warga jika ada warga binaan yang tiba-tiba jatuh sakit. “Biar kalau ada yang sakitkan biar cepat ditangani,” ujarnya

Diperkirakan tenaga medis yang diperlukan yakni sekira 6 orang terdiri dari satu dokter dan 5 perawat. Untuk memperoleh petugas kesehatan itu, pihaknya telah berusaha mengajukannya ke Kemenkumham akan tetapi bukannya mendapatkan petugas medis, pihaknya mendapatkan tambahan sipir lapas sebanyak 48 orang. “Yang dapat tenaga medis itu Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong,” katanya.

Demi memberikan pelayanan kepada warga binaanya, Heru tidak pantang menyerah, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Bontang meminta bantuan tenaga medis. “Minimal ada bantuan tenaga medis yang bisa melakukan pemeriksaan seminggu sekali,” ucapnya.

Sementara, pihaknya hanya memberdayakan seorang warga tahanan yang sebelumnya beprofesi tenaga medis puskemas menjadi perawat dan kebersihan poliklinik tersebut. Meski begitu, rujukan atau rekomendasi dari perawat tersebut tidak bisa dijadikan patokan, mengingat statusnya sebagai tahanan. “Memang basicnya perawat. Tapi kalau rekomendasi rujukan tidak bisa. Dia cuman bisa seperti tensi,” ujarnya. (*)

Reporter : Zaenul Fanani    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0